Foto : Suasana pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan
Walikota Pekalongan Aaf menyebutkan bahwa pihaknya mau saja memutuskan pendidikan bisa dilakukan tatap muka lagi asalkan situasi kondisi sudah memungkinkan. “Pendidikan di masa Covid ini kita masih mengacu kepada SK Gubernur atau Dinas Pendidikan Jawa Tengah ya tentang masih daring. Kita belum berani karena orang tua murid pun masih terbagi antara yang menghendaki anak didik atau anak – anaknya ini bersekolah secara langsung maupun sebagian tidak. 40% 50% lah. 40% orang tua murid masih takut untuk anak – anaknya bersekolah secara langsung atau tatap muka,” ungkapnya.
-
“Tapi mudah – mudahan dengan sudah keluarnya vaksin, dengan kasus Pekalongan yang terakhir turun dan paling rendah peningkatan pasiennya se Jawa Tengah. Tentu akan kita evaluasi terus untuk bagaimana pembelajaransecara langsung ini. Belum lagi masih banjir seperti ini. Banyak sekolahan juga yang masih menjadi tempat pengungsian. Kita akan evaluasi terus untuk masalah pendidikan ini keterkaitan Covid. Kita akan berusaha semua yang sudah kita programkan tadi. Dan tetapi kita juga harus sesuaikan juga dengan situasi dan kondisi yang sekarang,” tandas Walikota Pekalongan. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Kota Patriot Bekasi adalah Cerminan Mini NKRI