" Mereka bisa saling menawarkan, beradu harga dan bersaing untuk menjadi pemasok di aplikasi jual beli online ini," urai Thony.
Lanjutnya, disini akan berpotensi lahirnya juragan-juragan baru dan memberi kesempatan kepada pedagang kecil untuk naik kelas.
Yang tak kalah penting adalah mendorong produk-produk UMKM pondok pesantren seperti mukena, baju muslim dll, dapat difasilitasi penjualannya di aplikasi ini.
" Hasil uji aplikasi sudah berjalan baik, dan secara perlahan akan kita benahi terus khususnya ruang untuk pelayanan jasa kebutuhan masyarakat seperti PPOB, Pegadaian dll. Sirkulasi ini menjadikan devisa kampung tidak keluar, ditampung kemudian muncul keuntungan yang kembali ke kampung," urai Thony.
" Dari Kampung, oleh kampung dan untuk kampung. Harapannya ada sinergi program pemerintah dengan gagasan ini" tegasnya. (BNW)