news

Dampingi Panglima TNI Tinjau PPKM Mikro, Gubernur Khofifah Pamerkan Kampung Tangguh Semeru Jadi Embrio PPKM Mikro

Sabtu, 13 Februari 2021 | 20:50 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Guna memastikan efektifitas pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro di Indonesia khususnya Jatim yang telah di mulai 9 Februari 2021 setelah adanya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi TJahjanto melakukan kunjungan sekaligus peninjauan sejumlah tempat di Surabaya.


Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa  mendampingi kunjungan kerja Panglima TNI bersama jajaran pimpinan Mabes TNI meninjau pelaksanaan PPKM Mikro di Kelurahan Kedung Baruk Kec. Rungkut Surabaya Timur, Kamis (11/2).


Bersama para Forkopimda Jatim diantaranya Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Gubernur Khofifah melihat secara dekat keterlibatan masyarakat dalam melaksanakan PPKM berskala Mikro yang ditempatkan di Posko PPKM Mikro Kelurahan Kedung Baruk Kec. Rungkut.


Khofifah sapaan akrabnya menyebut, pelaksanaan PPKM Mikro yang digaungkan oleh Presiden Jokowi telah diinisiasi sebelumnya di Jatim dengan melaksanakan Kampung Tangguh Semeru.


Kampung Tangguh Semeru di Jatim sebenarnya merupakan embrio dari PPKM Mikro. Maka, ketika para relawan dan satgas yang telah bertugas di Kampung Tangguh Semeru bisa difungsikan pada PPKM Mikro  secara otomatis KTS  terkonversi  menjadi PPKM Mikro.


"Semuanya sudah menyatu di Kampung Tangguh Semeru dan kemudian di pertajam melalui PPKM Mikro. Terlebih, setelah adanya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Berbasis Mikro," ungkapnya.


Tak hanya itu, pelaksanaan Kampung Tangguh  sebagai satuan terkecil dari penanganan covid-19 berperan signifikan  selama ini sehingga ketika diberlakukan PPKM Mikro langsung dapat dikonversi karena berbagai persyaratan telah terpenuhi.


Misalnya mereka telah  melakukan edukasi dan  disiplin prokes, isolasi skala mikro secara bergotong royong serta relawan dan satgas.


Kampung Tangguh yang saat ini disebut   PPKM Mikro di Jatim, memiliki beberapa indeks ketangguhan yang bisa digunakan untuk mengukur kesiapan pelaksanaannya. Salah satu indeksnya adalah Tangguh Logistik, Tangguh SDM, Tangguh Informasi, Tangguh Kesehatan, Tangguh Keamanan dan Ketertiban, Tangguh Budaya dan Tangguh Psikologis.


Saat ini, di Jawa Timur  terdapat 93.206 RT .  Dari jumlah itu, tercatat  kategori  zona merah terdapat di 210  RT,  sementara 1.234 RT tercatat sebagai zona orange,  dan  10.023 RT kategori zona kuning serta  81.730  tercatat sebagai  zona hijau.


Gubernur Khofifah menyebut bahwa, terdapat beberapa strategi untuk mendapatkan efektifitas program ini  yakni mengoptimalkan peran covid hunter, melaksanakan Posko Jaga Desa/Kelurahan dimana dalam pelaksanaan tugasnya melibatkan Satlinmas, Babinsa , Bhabinkamtibmas, Tokoh Masyarakat dan lainnya.



Panglima TNI Optimis PPKM Mikro di Jatim Efektif Turunkan Covid-19 dan Puji Posko di Kedung Baruk



Sementara itu, seusai melihat dengan dekat pelaksanaan PPKM Mikro sekaligus menyaksikan langsung keterlibatan masyarakat dalam memutus penyebaran Covid-19, Panglima mengaku yakin dan optimis bahwa kegiatan yang dimulai dari tingkat RT/RW bisa efektif menurunkan angka penyebaran.

Halaman:

Tags

Terkini