news

Musrenbang Pekalongan Selatan Tampung Usulan Masyarakat

Kamis, 4 Februari 2021 | 23:17 WIB
Pekalongan, NAWACITAPOST – Terlaksana Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan Pekalongan Selatan tahun 2021 pada (04/02/2021) di kantor Kecamatan Pekalongan Selatan. Adapun dalam Musrenbang dibahas beberapa hal dan usulan. Diantaranya rencana pembangunan jalan, perbaikan dan pemeliharan drainase, pengadaan alat sampah untuk mengolah sampah masyarakat. Pengaspalan jalan di wilayah kecamatan Pekalongan Selatan, pembangunan taman di jalan Hos Cokroaminoto, pengelolaan hutan kota di Yosorejo, pembangunan tugu batas kota, pembuatan taman kalisetu dan lainnya. Dalam perencanaan, sekitar 3,6 M dana yang diusulkan dikucurkan untuk merealisasinya.

Foto : Musrenbang Pekalongan Selatan Tampung Usulan Masyarakat

Kepala Bappeda Kota Pekalongan diwakili oleh Ir. R. M. Wisnugroho, MT selaku Kepala Bidang Ekonomi dan Infrastruktur Wilayah mengatakan bahwa Musrenbang merupakan media untuk penampungan usulan dari masyarakat Kota Pekalongan khususnya Pekalongan Selatan. “Pembangunan di Pekalongan, banyak. Tadi saya katakan itu pembangunan fisik. Kalau fisik, yang memang tadi sudah diusulkan oleh masyarakat. Perbaikan jalan, perbaikan saluran, taman kota. Kesejahteraan dan kesehatan masyarakat mestinya perlu diperhatikan. Memang yang disampaikan ada suatu pertimbangan nantinya jumlah anggaran yang tersedia dengan kebutuhan dari keinginan masyarakat. Makanya kita perlu memilah – milah. Mana yang merupakan kebutuhan real yang menjadi prioritas dan mana yang merupakan keinginan. Itu yang harus kita pilah – pilah,” terangnya.

-
Foto : Nilai anggaran dari usulan masyarakat tentang pembangunan fisik di Pekalongan Selatan

“Makanya kita lakukan proses Musrenbang mulai dari kelurahan, kecamatan, kota, provinsi sampai Jakarta, itu perlunya untuk menyaring semua. Antara anggaran dengan kebutuhan semua dipenuhi, kan loss. Cukup ada sinergi sekarang pemerintah pusat, provinsi dan kota khususnya Kota Pekalongan. Fisiknya dimulai daerah utara dulu karena parah terhadap banjir. Karena ini kan sawah ya. Kita rencana buat pintu air di pertigaan. Banyak yang sudah coba kita rencanakan. Pekalongan baru gitu. Kita buat magnet baru di Kota Pekalongan. Bagaimana caranya masjid Setono atau Batik atau Batik TV menjadi ikon. Akan mengangkat perdagangan desa agar dikenal secara regional. Adapun lain seperti pertokoan,” lanjut Wisnugroho.

BACA JUGA: 19 dari 26 Tersangka Teroris adalah FPI, Petinggi Pusat Diduga Terlibat

Kemudian Wisnugrogo pun menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan agenda bersama sinergi dengan dinas – dinas dan usulan ditampung, realisasi tentu melihat dari tersedianya anggaran. “Ini semua sinergi dengan dinas – dinas. Masyarakat harus bisa mengetahui mana yang jadi urutan prioritas. Tentu akan lebih memudahkan dalam proses selanjutnya. Pembangunan harus terencana. Visi misi pak walikota dan wakil walikota dijabarkan dengan suatu strategi dan program. Perencanaan sifatnya kan melihat dari usulan tadi. Mungkin nanti disaring. Tidak akan dikasih sekian – sekian. Sekarang musrenbang kan perencanaan ya untuk pembangunan di tahun 2022. Kembali lagi ke pertimbangan tadi. Bisa jadi menunggu tahun depan kalau belum prioritas. Usulan pemeliharaan saluran kecil,” pungkasnya.

-
Foto : Musrenbang Pekalongan Selatan Tampung Usulan Masyarakat

Senada pun disampaikan oleh Camat Kota Pekalongan. “Tentunya sesuai dengan hasil Musrenbang bahwa tetap kita prioritaskan usulan – usulan dari tingkat kelurahan, kemudian juga kecamatan pun juga kita akan merencanakan. Ada yang sudah masuk di kelurahan pun, juga ada usulan diluar, masing – masing kelurahan. Jadi ada dua versi. Kemungkinan besar juga akan kita usulkan di tingkat kota. Kota pun akan melihat potensi – potensi prioritas yang akan ditangani masing – masing OPD. Termasuk di Perkin, PU, kemudian dari dinas terkait masalah pendidikan, kesehatan dan sebagainya tentunya sesuai masing – masing tupoksi,” tuturnya.

-
Foto : Musrenbang Pekalongan Selatan Tampung Usulan Masyarakat

Lalu Camat pun melanjutkan bahwa anggaran yang dibicarakan didalam Musrenbang untuk 6 kelurahan menjadi prioritas. “Untuk sementara, untuk tahun 2021, hampir 3 M lebih menangani pelaksanaan pembangunan di 6 kelurahan untuk Pekalongan Selatan. Kita juga ada anggaran dari TMMD penanganan salah satu adanya bencana banjir di Banyurip, akan direalisasikan dalam waktu dekat. Segala sesuatu perencanaan didukung dengan anggaran, kalau sudah direalisasi berarti usulan masyarakat sudah ditampung dan dilaksanakan. Kalau melihat perencanaan, Musrenbang tiap tahun, disinkronkan dengan visi misi Walikota terbaru,” katanya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Ormas Nias Minta, Ditangkap Pengedar Bandar Narkoba di Kepulauan Nias

 

 

Tags

Terkini