Foto : Kepala BNN Petrus Golose
Semasa jadi perwira pertama polisi, dia sudah ikut dalam misi Peace Keeping Force Polri di Kamboja dan Bosnia Herzegovina. Dalam dunia pendidikan, Petrus juga moncer. Dia bergelar doktor dari S3 Kajian Ilmu Kepolisian UI. Dia juga banyak menulis buku tentang terorisme dan IT. Misalnya Deradikalisasi Terorisme: Humanis, Soul approach dan Menyentuh Akar Rumput (2009) dan Invasi Terorisme ke Cyberspace (2015). Dia mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat ikut dalam penggrebekan gembong teroris—the demolotion man—Dr Azahari di sebuah rumah di kawasan Songgokerto, Batu, Malang, Jawa Timur, pada 9 November 2005.
-
Saat itu Petrus naik pangkat menjadi Kombes bersama-sama dengan Tito Karnavian, Idham Azis, dan Rycko Amelza Dahniel. Sejarah juga mencatat dia yang merupakan lulusan Akpol 1988 A, rekan seangkatan Idham, berhasil membawa pulang buronan BLBI David Nusa Wijaya dari Amerika pada 2006 lalu. Rupanya dia juga berjejaring Internasional. Bahasa Inggris pria kelahiran Manado ini pun super bagus. Setiap kali berdiskusi dengannya, Petrus selalu bertanya, “Buku baru apa yang sudah dibaca?".
-
Petrus sangat gigih dalam menempuh jenjang pendidikan. Dia kenyang mengenyam pendidikan kedinasan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Tahun 1998, Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimen) Tahun 2002, dan Lembaga Ketahanan Nasional Program Pendidikan Singkat Angkatan (Lemhannas PPSA) dengan predikat terpuji pada 2015. Lalu dia menempuh program pendidikan umum untuk meraih gelar master pada 2002 dan doktor pada 2008. Ternyata pria ini punya hobi olahraga menyelam (diving), tenis meja, menembak, dan bernyanyi. (Ayu Yulia Yang)