news

Kalapas Malang Anak Agung Gede Krisna Terus Berinovasi, Beri Wadah Kreativitas WBP

Sabtu, 2 Januari 2021 | 11:41 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Malang Anak Agung Gede Krisna terus berinovasi. Setelah sukses bikin cafe dalam Lapas Jangongan Jail, kini berencana membuat arena balap sepeda gunung (MTB) seluas 20 hektar di kawasan Ngajum, Kabupaten Malang. Rencana tersebut diungkapkan Kalapas Lowokwaru Kelas 1 pada (28/7/2020). Menurutnya, sirkuit untuk trek sepeda gunung itu akan dibangun di Lapas Terbuka di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

Foto : Kalapas Malang Anak Agung Gede Krisna Terus Berinovasi, Beri Wadah Kreativitas WBP

“Pembangunan lintasan tersebut akan memanfaatkan lahan Lapas Terbuka Ngajum. Itu luasnya sekitar 20 hektar. Lahan seluas itu sayang kalau tidak kami manfaatkan dengan maksimal. Ini juga sebagai upaya kami memberikan edukasi pembinaan dan asimilasi bagi warga binaan,” jelas Anak Agung Gede Krisna. Dia juga menjelaskan bahwa Lapas Terbuka Ngajum sangat memungkinkan dibuat lintasan sepeda gunung. “Itu karena merupakan area perbukitan. Kami sudah konsultasi dengan tim teknis dari komunitas sepeda gunung, terkait pembangunan lintasan itu,” terang dia.

-
Foto : Kalapas Malang Anak Agung Gede Krisna Terus Berinovasi, Beri Wadah Kreativitas WBP

Kemudian, lanjut Kalapas, mereka diajak ke Lapas Terbuka Ngajum untuk menikmati wisata. “Kami akan menambahkan berbagai wahana wisata lainnya,” jelas dia. Dia menyebutkan seperti belajar berkebun dan edukasi untuk membikin pot tanaman. Nanti juga ada pemandu wisatanya. “Semua pegawainya merupakan warga binaan Lapas Terbuka Ngajum,” terang dia.

-
Foto : Kalapas Malang Anak Agung Gede Krisna Terus Berinovasi, Beri Wadah Kreativitas WBP

Menurut dia, wisata di Lapas Terbuka Ngajum itu terinspirasi dari Cafe Jagongan Jail yang diresmikan 7 Juli 2020 lalu. Sebab, cafe di rumah dinas Kalapas Lowokwaru itu juga memanfaatkan tenaga dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Mereka dibina menjadi barista, kasir maupun pramusaji. Menurutnya, itu untuk mewadahi kreativitas WBP. Sebab dia menyadari banyak potensi yang bisa digali dari para narapidana daripada hanya berdiam diri di lapas. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: PT. KAI Fasilitasi Rapid Test Antigen, Dukung Pemerintah Tekan Cluster Covid 19

 

Tags

Terkini