news

Menarik, Karangan Bunga 'Bela Risma' dari Relawan MAJU Hiasi Balai Kota

Rabu, 2 Desember 2020 | 19:23 WIB
Surabaya NAWACITAPOST - Dinamika politik Surabaya sempat memanas dengan beredarnya video 'Hancurkan Risma' yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Banteng Ketaton.

Sesuai informasi dari dalam, Banteng Ketaton adalah barisan kader PDI Perjuangan Surabaya yang merasa kecewa karena tidak direkomnya Whisnu Sakti Buana sebagai Calon Walikota Surabaya.

Banteng ketaton dibentuk oleh beberapa mantan pengurus PAC bersama Mat Mochtar (MM) dan Jagad Hariseno (Kakak Kandung Whisnu Sakti Wakil Wali kota Surabaya) kader PDI-P yang merupakan mantan orang dekat bu Risma, beberapa saat setelah turunnya rekom DPP PDI-P pada September lalu.

Video berdurasi 19 detik ini membuahkan aksi 'Bela Bu Risma' setelah santer tersebar di medsos dan WAG.

Sementara mulai kemarin, Selasa (01/12/20), aksi 'Bela Bu Risma' juga disikapi masyarakat pendukung Risma dengan mengirimkan karangan bunga ucapan simpati yang banyak dipajang di depan Balai kota Surabaya.

Menariknya, dari puluhan karangan bunga tersebut, beberapa diantaranya dikirim oleh relawan Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU), diantaranya dari Koalisi Masyarakat Surabaya Utara dukung MA-Mujiaman dan Duta Surabaya Maju.

Dari penelusuran media, karangan bunga tersebut dikirim oleh Jun anggota relawan Duta Surabaya maju.

Puluhan karangan bunga 'Bela Risma' hiasi Balai Kota Surabaya, termasuk karangan bunga dari Relawan Machfud Arifin-Mujiaman

Dihubungi lewat sambungan selularnya, Jun mengaku elemennya sengaja mengirim karangan bunga karena turut bersimpati atas beredarnya video tersebut.

Ia bersama relawan MAJU lainnya menyayangkan kejadian tersebut. " Bu Risma termasuk icon Surabaya, kami menyayangkan kejadian ini,' kata Jun, Rabu (02/12/20).

Jun berharap hal ini tidak terulang kembali dan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kondusifitas kota Surabaya di perhelatan Pemilu Kada saat ini.

" Tetap jaga kondusifitas, cegah penyebaran Hoax, terlebih jangan sampai ada intimidasi & ancaman dari pihak-pihak yang tidak senang melihat kedamaian di Surabaya," tandasnya. (BNW)

Tags

Terkini