news

Anton Zagoto : Jangan Mau yang Gratis!

Selasa, 24 November 2020 | 15:48 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST– Salah satu tokoh Nias Selatan Anotona Zagoto merupakan salah satu pengusaha sukses di Jakarta. Yang mana dirinya juga adalah Ketua DPP Fornisel (Forum Nias Selatan). Dirinya  menyampaikan dukungan kepada paslon HD - Firman pada (25/11/2020). Karena kemajuan  pembangunan yang signifikan di Nias Selatan selama kepemimpinan Hilarius Duha nomor urut 1. Anton Zagoto mengatakan. “Setelah saya keliling Nias Selatan, infranstruktur bagus,” katanya.

“Saya juga mengunjungi rumah sakit umum ya lagi dibangun. Saya juga bertanya kepada petani, PNS dan lain – lain sangat respon positif selama kepemimpinan pak HD. Terima kasih atas kepemimpinan pak HD selama 5 tahun. Makanya saya sampaikan Tabe Chonia Sakalito. Program gratis akan membuat orang malas bekerja, malas berusaha. Sementara hidup ini harus diperjuangkan sebagai warga. Pulau Nias mayoritas Kristen dengan ajaran Firman Tuhan. Bahwa orang malas tidak diberkati Tuhan. Orang malas adalah orang yang tidak punya pengharapan,” kata Anton.

Amsal 6:6 berbunyi “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak ( semut itu bergotong royong, bekerja keras untuk mencari makan)”. “Amsal 6:9 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? (ini ciri orang malas akibat program gratis)”. “Amsal 12: 27 orang malas tdk akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga, diberikan kelimpahan, (kalau masyarakat rajin maka akan diberkati Tuhan lewat usahanya bukan menunggu gratis).”
Baca Juga : Habib Rizieq Shihab Keberatan Test Covid 19, Positif Terpapar?

Anton melanjutkan. “Si pemalas dibunuh oleh keinginannya. Karena tangannya enggan bekerja (malas hanya menunggu gratis),” katanya. Menurut Anton Zagoto, yang membuat suatu daerah itu tidak maju ada beberapa hal. Adalah :

1. Pemimpin yang tidak berpikir visioner. Semestinya bisa menjadi pemimpin yang mengutamakan kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi, keluarga, kelompok, fabanuasa, margaisme dan sebagainya.

2. Pemimpin yang tidak takut Tuhan, suka korupsi, mengambil hak rakyat, membohongi rakyat, memotong hak orang lain, uang APBD untuk kepentingan dirinya, selalu bohong, yang diucapkan tidak sesuai dengan yang dilakukan. Terlebih mengorbankan orang lain tidak merasa memiliki.

3. Visi misinya tidak Pro Rakyat. Contoh penanaman sawit. Yang mana sawit tersebut tidak menguntungkan buat rakyat karena lebih banyak mudaratnya dari pada baiknya. Lalu juga merusak lingkungan hidup, lama baru menghasilkan, perlu lahan yang luas dan modal yang besar, baru bisa menghasilkan.

Sedangkan  di Nias Selatan, rakyat membutuhkan program pemerintah  yang cepat menghasilkan dan segera bisa dinikmati rakyat seperti penanaman jagung. Pemimpin yang baik itu adalah orang yang benar - benar berpihak pada rakyat banyak dan rela berkorban. Kemudian juga rela melepaskan zona nyamannya seperti HD yang rela mengorbankan karier dan jabatannya di kepolisian RI dan mau pulang ke Nias Selatan.

Lalu juga untuk membangun kampungnya, Firman Giawa rela melepaskan jabatannya di PNS yang masih 12 tahun masa pensiunnya untuk mengabdi buat rakyat. “Jadi mari kita berjuang untuk Nias Selatan maju, lepas dari keterpurukan. Jauhkan orang – orang yang ingin merusak kedaulatan dan persatuan masyarakat Nias selatan. Pilihan tepat saat ini untuk Nias Selatan adalah HD – Firman paslon no urut 1. Tugas rakyat  mengawasi program - program  yang dijalankan pemerintah. Tidak perlu takut untuk melapor bilamana ada penyimpangan,” pungkas Anton Zagoto.

Tags

Terkini