Foto : Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Presiden Jokowi
Lanjut Reno, pandemi tak hanya berdampak pada terjadinya krisis kesehatan, tetapi juga berakibat pada keterpurukan ekonomi global. Mengutip Lembaga Keuangan Dunia atau International Monetary Fund (IMF), Retno mengatakan tentang prediksi pertumbuhan ekonomi pada 2020. Yakni mencapai minus 4 persen. Kemudian, dia juga mengatakan hingga kini sudah sebanyak 56 juta orang terinfeksi dan mengakibatkan sebanyak 1,3 juta orang meninggal.
BACA JUGA: Cantik Mempesona Istri Mensos Juliari Bak Bidadari Suka Berbagi
Oleh karena itu, Retno menjelaskan. Ada tiga hal penting yang bisa dilakukan Indonesia untuk membantu pemulihan ekonomi global. Pertama, membangun ketahanan kesehatan dengan memfokuskan produksi vaksin Covid 19. "Beberapa hari ini kita melihat berita positif dari berbagai uji coba klinis tahap ketiga di dunia. Dan tentunya kita berharap dunia dapat memperoleh vaksin yang aman dan efektif. Ini yang juga berkali - kali disampaikan Presiden bahwa prioritas kita adalah menjaga keamanan dan efektivitas dari vaksin yang akan digunakan," jelas dia.
BACA JUGA: Juliari P. Batubara Berprestasi Kala Besar, Kecilnya Nakal
Selanjutnya, dia mengatakan pentingnya membangun kepercayaan antar negara dengan menjalin kerjasama perdagangan. Htersebut seperti apa saja yang telah terjadi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke 37 yang mana digelar secara virtual, pada (12/11/2020). Ketiga adalah soal menjaga stabilitas keamanan antar negara. Dia menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin terjebak di antara rivalitas antar negara.
BACA JUGA: Habib Rizieq Shihab dan Pendukungnya, Islamnya Bar Bar Dikecam Netizen?
"ASEAN juga tidak boleh terjebak dalam rivalitas dan sentralitas. ASEAN harus bersatu tidak dapat ditarik untuk memihak, dan sentralitas ASEAN perlu harus terus ditegakkan," terang Rento. Sebelumnya, Menlu RI Retno Marsudi menyebutkan. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-37 menghasilkan sejumlah kerja sama terkait penanganan Covid 19. Salah satu yang dihasilkan yakni terbentuknya Covid 19 ASEAN Emergency Response Fund atau dana tanggap darurat untuk virus Corona.
-
Retno pun menambahkan. Melalui mekanisme ini telah terkumpul USD 10 juta atau lebih dari Rp 141 miliar hasil donasi dari berbagai negara. "Sudah tersedianya Covid 19 ASEAN Emergency Response Fund yang sudah ada komitmen sebesar 10 juta US dollar. Antara lain dari Jepang, Korea Selatan, China, Singapura, Australia, Inggris, Swiss dan lain - lain," katanya pada (12/11/2020).
BACA JUGA: Lonte Lebih Mulia Ketimbang Habib Rizieq Shihab?