" Tidak perlu ada lagi Musrenbang yang banyak Zonk-nya, tapi tentunya dengan bimbingan dan pengawasan yang ketat supaya program ini tidak sia-sia dan tidak terjadi penyalahgunaan," pesan Mujiaman.
Selain itu, Mujiaman juga menyinggung terkait honor kader dan pengurus kampung yang kecil dan tidak sebanding dengan tanggung jawab yang diembannya. " Sebenarnya, Pahlawan sebuah kota adalah kader dan pengurus kampung, pengabdian beliau-beliau sungguh luar biasa," katanya.
Kedepan, Machfud - Mujiaman berjanji akan fokus untuk melipatgandakan penghargaan atau honorarium para kader beserta pengurus kampung, RT dan RW serta pengurus LPMK.
BLT (Bantuan Langsung Tunai) untuk warga miskin juga akan menjadi program andalannya yakni 1 juta/KK/bulan khusus di masa Pandemi ini. Tapi menurutnya BLT adalah program jangka pendek. " Yang lebih penting adalah pemerataan pembangunan di kampung supaya kemiskinan dapat diminimalisir," tegas Mujiaman yang mengaku juga sudah 2 periode ini menjadi ketua RW03 Kelurahan Dukuh Kupang, Kecamatan Dukuh Pakis.
Terkait bidang pendidikan, Mujiaman juga mengaku heran bahwa siswa-siswi SMA dan SMK tidak mendapat bantuan dari Pemerintah kota karena hak pengelolaannya dibawah kendali provinsi. " Ini adalah investasi jangka panjang, mereka itu anak-anak kita. Sekolah perlu beli seragam, beli peralatan belajar, dan biaya penunjang sekolah. Jangan kuatir, kita sudah rencanakan program KIP MAJU untuk menunjang pendidikan anak-anak kita ditingkat SMA dan SMK," tegasnya lagi.
Mujiaman sebagai Cawawali kota Surabaya ingin melayani masyarakat dari dekat dan Ia siap dijewer apabila nantinya ada kesalahan dimasa jabatannya. " Untuk dekat dengan masyarakat, saya bagikan nomer telpon pribadi saya supaya bisa langsung berhubungan dengan njenengan sedoyo. Saya siap menampung segala keluhan, bahkan siap dijewer apabila nanti salah dalam menjalankan amanat sebagai Wakil Walikota," ujar Mantan Dirut PDAM yang dikenal seringkali turun langsung menyelesaikan masalah Air di masyarakat ini.
" Program-program besar biarlah dikerjakan oleh ahli dibidangnya, yang saya sampaikan ini adalah program-program yang langsung menyentuh ke masyarakat untuk pemerataan pembangunan," tegas Mujiaman.
" Suroboyo Kota Pahlawan, MA-JU Menang Kotane Aman," pungkas Cawawali pemerhati budaya ini. (BNW)