news

HUT ke-84, Pusura Lantik Pengurus Pusat dan 31 PengCam Pemuda Pusura

Minggu, 27 September 2020 | 00:43 WIB

Surabaya NAWACITAPOST – Tanggal 26 September merupakan hari yang sangat bersejarah bagi perkumpulan Putra Surabaya (PUSURA), karena di tanggal tersebut 84 tahun yang lalu adalah hari terbentuknya perkumpulan ini di kota Surabaya.


Di usianya yang ke-84 tahun ini, PUSURA mendapat kado terbaiknya berupa terpilihnya ketua umum Pemuda PUSURA yang baru beserta pelantikan pengurus pusat bersama KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) pengurus Kecamatan se-Surabaya.


Meski, Ketua Umum terpilih periode 2020-2024 masih tetap muka lama yakni Hoslih Abdullah, namun di periode ini ada sebuah pembaharuan dengan terbentuknya kepengurusan Pemuda PUSURA disetiap kecamatan se-Surabaya.


Yang menarik, selain hadir ratusan kader Pemuda Pusura, agenda yang diselenggarakan di Mirama Mercure Hotel juga dihadiri segenap jajaran Forkopimda dan puluhan Organisasi sahabat yang ada di Surabaya.


Agenda yang mengangkat tema ‘Pertahankan budaya Arek sebagai Pemersatu Bangsa di 84 Tahun Pusura’ ini, telah dirancang sejak kembali terpilih dirinya sebagai ketum Pemuda PUSURA pada 19 Agustus 2020 yang lalu, ujar Hoslih Abdullah saat memberi sambutan di hadapan ratusan kader nya.


Dalam kesempatan itu, Cak Dullah, panggilan Hoslih Abdullah menceritakan kilas balik pembentukan Perkumpulan PUSURA tepatnya pada 26 September 1936 oleh 9 aktor dari Tokoh Masyarakat, Cendikiawan, Politikus, Kyai antara lain Dr.Sutomo, Dr.Soewandi, Dr.Yahya dan Dr.Samsi, KH Mas Mansur, H.Nawawi Amin, Koesnan Effendi, H.Manan Edris dan H.Hoesein, dan beberapa badan pendukung kegiatan.


Perkumpulan PUSURA saat ini dipimpin oleh H.Muchammad Zaidun sebagai ketua umum dan ditunjang oleh organisasi yang bersifat otonom yakni LBH Pusura, Wanita Pusura, POB (Persatuan Olahraga Beladiri), Gemaas (Generasi Muda Arek-arek Surabaya) Pusura, dan Pemuda Pusura.


" Ini berdirinya di tahun yang berbeda," ujarnya.


Khusus untuk kepengurusan Pemuda Pusura, saat ini kita sah-kan KSB di 31 Kecamatan se-Surabaya.


Secara pribadi, Cak Dullah mengucapkan terima kasih karena beberapa periode diberi kesempatan untuk menjadi ketua Umum Pemuda Pusura.


" Sebenarnya seusia saya barangkali tidak bisa dikatakan pemuda," ujar pria berusia lebih dari enam dasawarsa ini. " Kedepan saya akan menjaring generasi-generasi muda untuk meneruskan cita-cita PUSURA DI Surabaya bahkan Indonesia untuk memunculkan kebaikan."


Di PUSURA, saat ini di kepengurusan hingga tingkat bawah sudah ada dari berbagai suku mulai Jawa, Madura, NTT, NTB, Ambon, Tionghoa, dll. Artinya disitu ada bentuk ke-Bhinnekaan karena nafas dari PUSURA adalah menjaga Persatuan dan Kesatuan dikota Surabaya khususnya dan mudah-mudahan dapat melangkah ke Jawa Timur hingga Indonesia.


Sifat asas nilai kegotong royongan, kebersamaan, kesetaraan, kerakyatan memang sudah menjadi nafas sejak terbentuknya PUSURA, karena ini adalah sifat dan karakter Arek-arek Suroboyo yang saat ini sudah mulai hilang tergerus oleh Zaman.


" Untuk itu, mari kita bangkitkan bersama-sama. Pusura tidak bisa berdiri sendiri, begitu pula Pemuda Pusura. Disini juga banyak teman-teman lain, bersama-sama untuk menjaga kota Surabaya," tegas Cak Dullah.


Ia juga berpesan kepada seluruh KSB yang telah dilantik agar segera melakukan rapat kerja untuk menentukan rencana jangka pendek, menengah dan sekaligus jangka panjang.

Halaman:

Tags

Terkini