BACA JUGA: Surat Nikah dan Cerai Soekarno – Inggit Dijual
Foto : Wamen ATRBPN Surya Tjandra
Di tingkat internasional, Surya dipercaya sebagai Wakil Presiden International Centre for Trade Union Rights, Inggris. Kemudian juga komisioner International Commission for Labour Rights, sebuah organisasi buruh internasional di New York, Amerika Serikat. Dia juga menjadi sosok penting pada saat pengesahan UU No. 24 tahun 2011 mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Dialah Koordinator Tim Pembela Rakyat untuk Jaminan Sosial dari Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS). Mengawal pengesahan UU (Undang - Undang) terkait. Dalam membela rakyat kecil pernah dilakukannya bersama Munir Said Thalib, pahlawan Hak Azasi Manusia dari Malang, Jawa Timur. Dalam Pemilihan Umum Legislatif Indonesia tahun 2019, dia menjadi salah satu calon legislatif di daerah pemilihan Jawa Timur 5 atau wilayah Malang Raya. Mencakup Kota dan Kabupaten Malang mewakili Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Surya juga berhasil menjadi salah satu dari delapan calon pimpinan KPK periode 2015-2019 yang lolos seleksi awal dan mengikuti tes tahap akhir. Selain itu, dia tak pelit berbagi ilmu. Diwujudkannya dengan menjadi tenaga pengajar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Ilmu pengetahuan mengamanatkan padanya untuk tetap berpijak di bumi. Membaktikan diri untuk harkat kemuliaan kemanusiaan.
BACA JUGA: Manga, Hadiah Cinta Dewi Naoko Nemoto Teruntuk Soekarno
-
Kehidupan masa kecil membuat Surya tumbuh menjadi pribadi kuat, tangguh dan cemerlang. Bukan berkah cuma - cuma yang turun dari langit. Dedikasi yang kuat pada kehidupan melalui perjuangan yang panjang menghasilkan metamorfose. Kapasitasnya menemukan bentuk orisinal. Tepatnya setelah berpadu dengan kegelisahan batin yang tumbuh puluhan tahun dari sosok Surya kecil. Yaitu sosok yang mencoba memahami kehidupan. Surya adalah seorang yang mengagungkan sosok ibu. Dari ibunya dia belajar manajemen kehidupan dan seni memimpin. Baginya, ibunya merupan sosok perempuan istimewa dan akan selalu istimewa. Ibundanya adalah sosok pekerja keras. Selain bekerja sama dengan ayahnya, ibundanya tidak lupa mendidik putranya. Agar selalu disiplin dan tekun mengejar cita - citanya. Dedikasi Surya sudah tampak sejak awal. Pengalaman tidak bisa mengambil rapot karena belum menyelesaikan administrasi sekolah. Kedua kakaknya yang harus berhenti kuliah karena masalah biaya. Tentu semua tidak membuat Surya patah semangat. Dia tetap semangat belajar. Kondisi sosial ekonomi yang serba terbatas justru menjadi pemicu untuk semakin giat dan semangat belajar. Padahal Surya hanyalah seorang yang terlahir dalam kehidupan yang sederhana. Bahkan bisa dikatakan pas - pasan. Semakin terasa berat karena harus tumbuh bersama dengan 6 saudaranya. Lahir 28 Maret 1971 dari ayah dan ibu yang hanya pedagang ayam potong di pasar Jatinegara, Jakarta. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?