-
Baca Juga : PLN Tekor Selama Pandemi Covid-19
Berikut 9 ruas tol yang akan mulai dibangun, Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo 96,57 km, Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) 60,1 km, Kertajati-Cipali 3,6 km, North-South Link Bandung 14,2 km, Harbour Road Tanjung Priok-Pluit 8,9 km, Jogja-Bawen 75,83 km, Gilimanuk-Mengwi 95,22 km, Kediri-Kertosono 20,3 km, Akses Tol Pelabuhan Patimban 37,7 km. 4.700 Km Tol Ditarget Operasi 2024. saat ini tol yang sudah beroperasi di Indonesia sepanjang 2.200 km. Sampai akhir 2024, pemerintah menargetkan sekitar 4.700 km tol beroperasi. Untuk memenuhi kewajiban di 2024 dengan 2.500 km jalan tol baru, jadi perkiraan 4.700 km di akhir 2024. Memang ini karena ada beberapa ruas baru tambahan yang sifatnya prakarsa, kalau Bina Marga memperkirakan pada akhir 2024 itu jumlah panjangnya 4.800 km, sedangkan estimasi 4.700 km. Jadi sebenarnya mirip dan itu mengakomodasi dinamika kalau ada perubahan-perubahan jumlah dan panjang investasi yang akan dilakukan. Jumlah panjang tersebut dinilai masih tetap kalah jauh dibanding China dan Malaysia. Namun kedua negara itu disebut tidak bisa dibandingkan dengan Indonesia karena letak geografisnya yang berbeda. Secara panjang kalau dibandingkan China itu masih cukup jauh. Kalau 2.200 km yang sudah beroperasi, mereka sudah 50x lebih terutama di China untuk jalan tol. Sebenarnya kalau dibandingkan dengan China itu sangat berbeda karena mereka rata-rata semua daratan, sedangkan di indonesia itu pulau-pulau sehingga komparasi dengan China maupun Malaysia kurang cocok.