" Tuhan maha Besar, Tuhan Maha Kaya. Saya tidak takut. Sekali layar terkembang, siapapun akan saya hadapi," tegasnya kembali.
Bukan mau menyombongkan diri, Machfud menjelaskan, dirinya berangkat dari Kapolda tiga kali. Kalau di ditingkat Polda yang notebene punya kesempatan untuk langsung Jendral. Kalau ditingkat Polrestabes adalah Letkol (Letnan Kolonel.red). " Saya setiap tahun juga membuat Musrenbang, untuk menentukan kebijakan tahun berikutnya. Bukan saya berencana, tapi saya pernah menjadi Direktur Reserse disuatu tempat, Kapolda Kalimantan Selatan, Kapolda Maluku Utara dan Kapolda Jawa Timur," katanya.
Kenapa seorang Kapolda menjadi Walikota, mungkin ini sudah menjadi jalan hidupnya. ' Sebaik-baiknya orang adalah bermanfaat untuk orang lain saya dan Syukur Nikmat Tuhan apalagi yang engkau dustakan, ditulisnya di Masjid Arif Nurul Huda yang dibangunnya di Polda Jawa Timur.
Sewaktu menjadi Kapolda pun, Machfud mengatakan tidak ada yang menuntutnya untuk membangun Masjid, Rumah Sakit ataupun rumah dinas Kapolda di jalan Bengawan 30 Surabaya. " Tidak saya bangunpun, saya masih tetap menjadi Kapolda. Hal ini saya lakukan untuk memacu generasi penerus saya, berkompetisi dengan sehat untuk meraih jabatan Kapolda," ujar Pria yang dikenal sebagai bapak pembangunan di Kepolisian Republik Indonesia ini.
Dihadapan Kader Perindo, Machfud meminta agar mencari potensi suara di setiap TPS. " Ini bukan saatnya rea-reo, Perindo saya ajak menjadi Partner di Supertim saya bersama pak Mujiaman untuk membangun Surabaya menuju lebih maju lagi. Surabaya harus naik kelas," teriaknya.
" Jangan salah bersandar, saya tidak pernah bersandar pada orang, tapi saya hanya bersandar Allah SWT," Pungkas Machfud Arifin. (BNW)