news

Machfud Arifin : Perindo Vitamin Bagi Saya

Senin, 21 September 2020 | 13:16 WIB

" Maka itu, untuk memastikan pada 9 Desember nanti, dibilik suara yang tidak lebih dari 5 menit, Machfud Arifin-Mujiaman Dicoblos Apane?" tanyanya, dan langsung dijawab," Dicoblos Bengose (Kumisnya.red)," teriak hadirin.


Mujiaman kembali mengajak hadirin untuk berkomitmen membangun kota Surabaya dengan mengajak seluruh keluarga dan saudaranya dengan memberi kesempatan kepada Machfud Arifin-Mujiaman untuk memimpin kota Surabaya.


Kembali Mujiaman menjelaskan apa yang dilakukannya nanti setelah diberi amanah masyarakat untuk memimpin Surabaya, yakni memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti tempat tinggal serta Sejahtera. " Sejahtera itu kalau kita mudah berusaha, mudah mencari makan," katanya.


Selanjutnya adalah, masyarakat wajib bersukacita, bergembira dan bahagia. " Bagaimana bisa bahagia jika masalah-masalah yang ada dikota ini dilewati saja tanpa penyelesaian."


Mujiaman mencontohkan, terkait surat ijo yang sudah puluhan tahun lewat begitu saja. " Kalau nanti bapak ibu mengundang Machfud Arifin-Mujiaman untuk berbicara mengenai masalah-masalah di Surabaya, yang terpenting adalah Komitmennya. Kalau teori dan hukumnya semua sudah tahu, tapi komitmennya, Machfud Arifin-Mujiaman akan selalu ada di pihak rakyat, menyelesaikan permasalahan rakyat, memberikan kepastian hukum kepada setiap warga negara," tegas Mujiaman.


" Bagaimana kita akan leluasa berusaha, leluasa tidur nyenyak, sedangkan rumah kita dikenakan restribusi, Pajak Bumi dan Bangungan (PBB) yang sangat tidak masuk akal," ungkap Mujiaman yang kebetulan merupakan warga surat ijo juga.


Maka dari itu, Mujiaman siap berkomitmen ada di pihak rakyat seperti, yang pertama, jika ada kesalahan dimasa lalu harus dikoreksi. " Kalau yang lama sudah benar tapi masih menjadi masalah, kita masih punya jalan keluar yaitu memohonkan tanah negara itu kepada Pemerintah dalam ini Pemerintah RI. Dalam hal ini, pak Machfud Arifin memiliki koneksi atau jaringan yang sangat luas dan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kemakmuran kita semua," kata Mujiaman yang terakhir juga menjabat sebagai ketua RW di kampungnya ini.


-


Surabaya ini, lanjut Mujiaman, memiliki potensi yang luar biasa. Disetiap pasar yang Ia lihat dan kunjungi, yang terjadi adalah 'Pasarnya Mati', tetapi jalannya Luber. Didalam pasar isinya adalah tempat sampah dan tikus, sedangkan aset ini adalah sangat besar seperti Pasar Tunjungan, juga bisa dilihat, ada 17 hektar yang dipakai THR Mall, Taman Remaja dan Hitech Mall. " Ini adalah sebagian potensi yang luar biasa kalau bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemakmuran rakyat."


Pasar-pasar ini selama 20 tahun sama sekali tidak ada konstribusinya, demikian pula dengan matinya Pasar Turi yang begitu besar. " Agar masalah ini tidak diterus-teruskan, kembali saya mengingatkan kuncinya hanya satu. Pilihannya kan ada dua, yang satu meneruskan, yang satunya ingin melompat lebih tinggi agar semua kegiatan dapat bermanfaat buat rakyatnya," tegas lulusan S1 Teknik Mesin ITS ini.


Melihat sungai yang ada di Surabaya, Mujiaman mengaku bersedih. Pasalnya, banyak sungai di Surabaya berwarna hitam, itu adalah bukti bahwa kesehatan masyarakat Surabaya tidak diperhatikan. " Anggaran kesehatan di Surabaya lebih kecil dibanding anggaran untuk menyiram tanaman. Ini bukan anggaran menyiram tanaman yang salah, tapi kesehatannya yang tidak diperhatikan. Kita harus pastikan, orang Surabaya Sehat supaya bisa bersaing," tandasnya.


Senada dengan calon Wakilnya, Machfud Arifin Calon Walikota Surabaya berujar, Surabaya tidak bisa begini-begini saja, malu dengan kota yang sekarang berkembang begitu pesat. " Seperti kita lihat Makasar luar biasa, kita lihat Palembang yang begitu hebatnya. Sea Games, Asian Games dilibatkan, gimana kota Surabaya yang katanya nomor dua."


Palembang, menurut Machfud, menerima dampak yang luar biasa dengan dijadikan tempat penutupan Sea Games atau Asian Games. Palembang digelontor triliunan rupiah untuk pembangunannya, termasuk LRT-nya. " Saya bingung kalau Surabaya nanti ada event internasional, PON aja, macetnya dimana-mana pasti," ungkap arek asli ketintang Surabaya ini.


Ia melanjutkan, Presiden datang ke Surabaya saja membuat kemacetan kemana-mana. Mulai dari Masjid Al-Akbar. " Apakah ini mau di 'Meneruskan Kebaikan'. Dan apakah pasar di Surabaya ini sudah bagus untuk kita teruskan. Orang masak di kuburan, Orang tidak bisa buang hajat karena tidak punya jamban. dan itu terjadi di 'Jantungnya' kota Surabaya. " Apakah ini mau diteruskan untuk kebaikan-kebaikan," tanya Machfud dengan nada sedih.


" Boleh, baru sekarang semua Bansos mau dibagikan, anggaran-anggaran yang dulu dikunci sampai bulan April gak dapat apa-apa. Saya gak pernah takut. Boleh dia bilang kaya, boleh dia disuport banyak pengusaha di Surabaya, kalau Tuhan menghendaki saya jadi Walikota, pasti tidak ada orang yang menghalangi saya," tegas lulusan AKABRI tahun 1986 ini.

Halaman:

Tags

Terkini