Jakarta, NAWACITAPOST - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sangat siap menghadapi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Yang mana menyesuaikan edaran KemenPANRB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo. Adapun isi edaran nomor 67 tahun 2020 tentang Perubahan Atas SE (Surat Edaran) Menteri PANRB nomor 58 tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai ASN dalam Tatanan Normal Baru. ASN (Aparatur Sipil Negara) 25 persen yang bekerja di dalam area perkantoran. Bagi karyawan yang berusia 50 tahun ke atas, baiknya Work From Home (WFH). Jadi tidak ada masalah bagi Kemenkumham. PSBB yang dimaksud tidak seperti yang disampaikan ke publik. Tidak bersifat total. Masih diizinkan beberapa kantor yang dibuka operasionalnya. Kemudian juga proyek – proyek strategis nasional masih dibuka. Tetapi tetap memperhatikan 3 M sebagai protokol kesehatan Covid 19 secara ketat. Yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Pengawasan pun akan lebih diperketat. Demikian disampaikan Yasonna, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) disela bergowes di Ragunan pada 13 September 2020 melalui sambungan selular.
Foto : MenPANRB Tjahjo Kumolo dan Menkumham Yasonna
Yasonna memang menikmati bergowes. Terlebih jika memang udara dan oksigen bagus. Terutama lokasi yang memang ada pepohonan. Suara siamang menjadi tambahan kenikmatan bergowesnya. Rutin dilaksanakan Sabtu dan Minggu. Terkadang juga dilakukan Rabu pagi. Sementara, Yasonna menambahkan. PSBB tidak bermasalah bagi Kemenkumham. PSBB tahap pertama pun terlaksana baik. Walaupun memang hanya eselon 1 saat tahap 1. Lain hal kala tahap kedua. Tidak hanya eselon 1 yang hadir di kantor. Namun, Yasonna tetap mendapatkan laporan di kala WFH. Baik tahap 1 ataupun 2. Eselon 1 hingga 3 rutin memberikan laporan masing – masing kepada Yasonna. Perlu diketahui, meski Yasonna meluangkan waktu untuk gowes, pekerjaan tetap menjadi utama tanggung jawabnya. Membawa pekerjaan di kantor yang belum selesai ke rumah untuk dituntaskan. Kemudian dilanjutkan lagi esok harinya. Sama sekali tidak mengeluh kesah. Sangat bersemangat. Terlebih dalam membantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Sehingga tanggung jawab pekerjaan tidak disepelekannya. Lalu, Yasonna menghimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan 3 M. Kemudian juga dilakukan secara benar harus disiplin tinggi. Karena memang Indonesia khususnya DKI Jakarta, korban terinfeksi dan meninggal akibat Covid 19 mengalami peningkatan cukup mengkhawatirkan. (Ayu Yulia Yang)