BACA JUGA: Pasangan Bacakada Incumbent Humbang Hasundutan Dipercaya Mayoritas Partai Politik
Foto : suasana pangkalan
Penuturan sumber dipercaya salah satu tokoh masyarakat yang ada di kecamatan Tualang, sering dipanggil Saleh. Pangkalan gas milik Zeri Hijiriah sebelumnya, setiap datang gas dipenuhi warga yang menggambil gas. Akan tetapi ada keranjang – keranjang dan becak mesin di halaman pangkalan. Menyayangkan seharusnya elpiji yang bersubsidi dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah diperuntukan bagi warga miskin. Bukan malah dijual di lapak - lapak yang harganya diatas HET Rp 19.000 pertabung. Sudah menyalahi SOP dan ketentuan yang diberlakukan dalam usaha mendirikan pangkalan elpiji. Menjual gas bukan lagi bagi masyarakat yang berhak menerimanya. Bukan lagi untuk warga yang benar - benar miskin dan terdaftar sebagai penerima tabung gas ukuran tiga kilogram. Warga kelurahan Perawang, Santi H menyampaikan kepada awak media di pasar km 4. Dirinya juga mengakui, setiap membeli tabung gas 3 kg di eceran harganya Rp 20.000 hingga 25.000 per tabung. Jika pergi ke pangkalan, yang diutamakan langganan pakai keranjang dan becak mesin. Dibuat menunggu sampai 30 - 60 menit antre susah mendapatkan gas. Sebagai seorang ibu rumah tangga, mengharapkan Disperindag kabupaten Siak. Bisa tegas dan selalu mengawasi pangkalan – pangkalan dan eceran yang tidak melayani masyarakat. Kemudian juga harga gas yang lebih dari harga HET untuk harga jual yang ditentukan. (Sokhiaro Halawa)
BACA JUGA: Susunan Kepengurusan 2020 – 2025 DPP Partai Gerindra, Ada yang Diragukan
-