Surabaya NAWACITAPOST - Detik-detik menjelang pendaftaran Calon Kepala Daerah, Masyarakat seakan tak sabar menunggu siapa saja kontestan yang akan berlomba memperebutkan pucuk pimpinan di daerahnya.
Di Surabaya, meski baru muncul satu nama Bacawali yakni Machfud Arifin yang diusung oleh seluruh partai Parlemen selain PDIP dan PSI, namun suasana terasa menjadi panas. Pasalnya PDIP sebagai pemenang Pileg 2019 belum juga menentukan pilihannya. Begitupun di kubu Machfud Arifin (MA).
Hari ini, Senin (24/8/20) tersiar kabar bahwa Mujiaman Sukirno Dirut PDAM Surabaya mengaku telah dipilih MA untuk menjadi pendamping dalam kontestasi L1 dan L2 pada 9 Desember 2020 nanti, dan hal ini dibenarkan ketua Tim Kampanye MA melalui rekaman suara yang telah banyak tersebar di group-group Relawan. Tanggapan-tanggapan, baik apresiasi maupun kekecewaan dari beberapa tokoh maupun kader partai juga banyak menghiasi headline media-media metropolis.
Sebelum hal ini tersiarpun, sudah ada beberapa pernyataan sikap dari beberapa tokoh, seperti yang disampaikan Siti Anggraenie Hapsari yang akrab dipanggil SAH Bacawawali yang diusulkan Partai Demokrat Surabaya.
Ditemui Nawacitapost dalam giat peringatan 1 Muharam sehari sebelumnya (23/8), SAH mengaku bahwa dirinya siap terpilih atau tidak oleh Machfud Arifin Bacawali yang diusung oleh partainya.
SAH menegaskan, apapun yang terjadi Ia bersama seluruh kader Partai Demokrat tetap komitmen memberikan dukungannya.
" Perjuangan itu tidak harus menang, maka dari apabila saya tidak dipilih pak MA (Machfud Arifin) tidak menjadi masalah. Saya akan tetap memberikan dukungan, karena saya merasa dan melihat selama ini program-program beliau sangat bagus dan dapat diandalkan. Saya yakin, beliau mempunyai kapasitas atau kemampuan yang sangat baik untuk memimpin Surabaya kedepan. Jadi saya dan partai Demokrat akan konsisten mendukung tidak terpengaruh apapun. Bahkan saya siap menjadi tim sukses beliau," tegas Ketua Ikatan Notaris Indonesia Jawa Timur ini. (BNW)