BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
Foto : Presiden Jokowi, Menkumham Yasonna, MenPANRB Tjahjo Kumolo
Adapun sembilan orang yang dilantik adalah sebagai berikut :
- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, sebagai ketua merangkap anggota.
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai wakil ketua merangkap anggota
- Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Yasonna Laoly sebagai anggota
- Benny Jozua Mamoto, mewakili pakar kepolisian sebagai anggota
- Pudji Hartanto Iskandar, mewakili pakar kepolisian sebagai anggota
- Albertus Wahyurudhanto, mewakili unsut pakar kepolisian sebagai anggota
- Yusuf mewakili tokoh masyarakat sebagai anggota
- H. Mohammad Dawam mewakili tokoh masyarakat sebagai anggota
- Poengky Indarti mewakili tokoh masyarakat sebagai anggota
BACA JUGA: Belum Sadar Diri, Rizal Ramli Ingin Gantikan Jokowi?
-
Para anggota yang dilantik juga menyatakan sumpah akan menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan. Satu per satu menandatangani berita acara pelantikan. Acara dimulai pukul 10.00 WIB. Hanya kurang lebih 10 menit, acara pelantikan usai dilakukan. Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD menyerahkan 12 nama yang telah lolos seleksi kepada Presiden. Berasal dari unsur kepolisian yakni Benny Mamoto, Eko Hadi Sutedjo, Pudji Hartanto Iskandar, Supardi Hamid, Albertus Wahyurudhanto, Arief Wicaksono Sudi Utomo. Sementara, calon dari unsur masyarakat yaitu Sri Nurherawati, Yosep Adi Prasetyo, Yusuf, Junaedi Saibih, Muhammad Dawam, dan Poengky Indarti. Selanjutnya, Presiden menunjuk enam dari 12 nama yang diusulkan Mahfud MD. Tidak mudah masuk dalam anggota Kompolnas. Bahkan sampai bisa untuk kedua kalinya dilantik. Menandakan kapabilitas Yasonna tidak perlu dipertanyakan. Anggapan – anggpan negatif tentangnya tentu angin numpang lewat. Pasalnya memang harus mampu menjalani visi misi Kompolnas. Kompolnas mampu memberikan pertimbangan efektif dan terpercaya kepada Presiden. Tak lain dalam rangka mewujudkan Polri yang profesional dan mandiri.
-
Memantapkan organisasi dan manajemen Kompolnas demi terwujudnya kinerja yang optimal dan dinamis. Mengumpulkan dan menganilisi data yang berkaitan dengan anggaran, sumber daya manusia dan sarana prasarana. Yang mana guna menunjang kinerja Polri yang ideal. Memberikan saran dan pertimbangan secara tepat. Tak lain dalam rangka menerapkan arah kebijakan Polri serta pengangkatan dan atau pemberhentian Kapolri. Menyelenggarakan tata cara penerimaan dan penanganan saran serta keluhan masyarakat. Diperuntukkan untuk mewujudkan Polri yang disegani masyarakat. Kompolnas selalu menekankan pentingnya administrasi. Prinsipnya sederhana, yaitu Write What You Do, and Do What You Write. Kata kuncinya “Tertib Administrasi”. Tidak mudah dalam tertib administrasi. Banyak hal perlu diperhatikan. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Ultimatum Jokowi, Gatot Nurmantyo Koalisi Din Syamsudin