news

Kapolri Idham Azis Berpeluang Menteri Jokowi, Ini Nama Penggantinya !

Selasa, 11 Agustus 2020 | 11:01 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Masa kerja Kapolri (Kepala Kepolisian Republik Indonesia) Jenderal Pol. Idham Azis bakal segera berakhir. Periodesasi kepemimpinan dalam Polri akan diakhiri pada 2021 mendatang. Namun, sedari kini sudah mencuat bursa kandidat kuat pengganti. Yang mana diprediksi bakal masuk nominasi. Tak lain untuk disodorkan ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Tentunya usai diseleksi oleh Dewan Kebijakan Tinggi (Wanjakti) Polri. Dilanjutkan pertimbangan uji kepatutan dan kelayakan dari DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Disini putri dari Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani akan berperan serta dalam memberikan pertimbangan. Karena memang lagi hangat diperbincangkan. Terutama di kalangan korps Bhayangkara. Meskipun demikian, Idham Azis memiliki prestasi cukup melejit. Kinerja ditunjukkan dalam jabatannya. Diantaranya bom Bali, mutilasi siswi, operasi anti terror, operasi camar maleo dan operasi tinombala. Merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988. Usai purnawirawan dari Kapolri, dirinya tentu bisa berpeluang untuk jadi menteri Jokowi.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Gatot Eddy Pramono

Sementara tentunya kandidat penggantinya pun bakal disodorkan yang tak kalah jauh melejit prestasinya. Tak hanya sekadar nama bersensasi. Namun, nama yang berprestasi. Nama – nama yang muncul yaitu Gatot Eddy Pramono, Rycko Amelza Daniel, Boy Rafli Amar, Agus Andrianto, Listyo Sigit Prabowo, Nana Sudjana, HM Fadil Imran dan Ahmad Luthfi. Gatot Eddy Pramono seangkatan dengan Idham Azis. Merupakan lulusan Akpol tahun 1988. Nama Gatot sempat mencuat karena keberhasilannya mengamankan Jakarta. Yakni pada saat pelaksanaan pemilihan Presiden hingga sidang gugatan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi. Kemudian juga dengan penanganan gelombang demonstrasi. Mulai pemilu presiden hingga penolakan Rancangan Undang - Undang KUHP. Lalu juga pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mewarnai tugasnya sebagai Kapolda Metro Jaya. Gatot pernah dipercaya menjadi Kapolres Blitar, Sekretaris Pribadi Kapolri, dan Kapolres Metro Depok (2008). Selanjutnya, dia pernah menjabat Kapolres Metro Jaksel (2009), Direktur Reskrimum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya (2011), Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri (2012), Kabagdukminops Robinops Sops Polri (2013). Dia juga pernah menduduki posisi Karolemtala Srena Polri (2014), Wakapolda Sulsel (2016), Staf Ahli Sosial Ekonomi (Sahlisosek) Kapolri (2017) dan yang terakhir Gatot menjabat sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri. Tahun 2018, Gatot juga dipercaya menjadi Ketua Satgas Nusantara.

BACA JUGA: Pilkada Pernah Dimenangkan Kotak Kosong di Indonesia, Jusuf Kalla Tolak Demokrasi?

-
Foto : Rycko Amelza Daniel

Rycko Amelza Daniel merupakan seorang perwira tinggi Polri. Yang mana sejak 1 Mei 2020 menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri. Rycko menyelesaikan pendidikan polisi di Akpol 1988. Tak lain dengan mendapat predikat lulusan terbaik. Dia memiliki banyak pengalaman mengemban jabatan di bidang reserse. Sebelum mendapat amanah saat ini, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Karirnya melejit setelah dia berhasil dalam tim Bareskrim. Tepatnya ketika membekuk teroris Dr Azahari dan kelompoknya. Yang mana kala itu di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005. Lalu ada Boy Rafli Amar. Sebelum menjabat Kepala BNPT, Boy ditunjuk menjadi Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Wakalemdiklat). Jabatan diemban sejak Agustus 2018. Tahun sebelumnya, tepatnya pada April 2017, dia mulai menjabat sebagai Kepala Polda Papua. Tak hanya Papua, jabatan kapolda juga pernah diemban Boy untuk wilayah Banten selama sekitar dua tahun yaitu pada Desember 2014 hingga April 2016. Di sela kedua jabatan kapolda, Boy menjabat selaku kepala Divisi Humas Polri. Sempat menjadi Kabid Humas Polda Metro Jaya. Setelah itu, Boy menjadi Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri. Diikuti dengan jabatan berikutnya sebagai Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri.

BACA JUGA: Berkoar Tuan Puan, Najwa Shihab Benar Tuluskah ?

-
Foto : Boy Rafli Amar

Selanjutnya Agus Andrianto selama menjabat Kapolda Sumut berhasil menjaga suasana Kamtibmas. Yang mana ada di Kota Medan, Sumatera Utara, tetap terjadi kondusif. Demikian diapresiasi oleh jurnalis disana. Kapolda Sumut juga berhasil menyukseskan perhelatan pesta demokrasi seperti Pileg dan Pilpres 2019 secara serentak di Sumatera Utara. Dia juga sudah banyak membantu masyarakat dengan berbagai kegiatan bakti sosial (baksos) yang intens dilaksanakan. Berikutnya ada Listyo Sigit Prabowo. Sejumlah prestasi mentereng yang diraih membuatnya diberikan kepercayaan. Tak lain menjadi Kabareskrim yang baru, mengisi pos yang ditinggalkan Kapolri, Idham Azis. Selama dua tahun menjadi Kapolda Banten 2016 hingga 2018, Listyo relatif sukses menjalankan tugasnya. Menangkap warga pengrusakan mapolsek Bayah. Mengamankan Sea Games. Memproses 4 anggota polisi terlibat penculikan WNA. Memproses kode etik polisi penembak anggota Polri. Masuk tim gabungan kasus Novel Baswedan. Prestasi lain mentereng yaitu berhasil menangkap Djoko Tjandra. Yang mana merupakan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali di Malaysia, 30 Juli 2020.

BACA JUGA: Usai Tuan Puan Viral, Jurnalis Narasi TV Milik Najwa Shihab Kini Terancam Hukum Penghinaan Kemenkes

-
Foto : Agus Andrianto

Kemudian ada Nana Sudjana. Nana Sudjana adalah polisi yang 'bertangan dingin'. Mampu berkomunikasi dengan baik kepada semua lapisan. Rekam jejak Nana Sudjana yang lama berkecimpung di bidang intelijen keamanan Polri. Sepertinya membuat dirinya kurang populer. Nana Sudjana tercatat pernah menjadi Kepala Satuan (Kasat) Intelkam, Direktur Intelkam Polda Metro, dan Direktur Politik di Badan Intelkam Mabes Polri. Dilanjutkan HM Fadil Imran. Merupakan Lulusan Akpol 1991 kelahiran Makassar. Berpengalaman dalam bidang reserse. Namanya cukup dikenal kala berhasil membongkar kasus besar yang berkaitan dengan organisasi siber terorganisir. Yaitu Muslim Cyber Army (MCA) pada Februari 2018 silam. Selain itu juga berhasil membongkar kasus pembajakan film Warkop DKI Reborn. Menyelamatkan akun media sosial seorang aktor sekaligus anak Venna Melinda, Varrel Bramasta. Sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Sosial Budaya Kapolri, dia pernah menjabat sebagai Kasat III Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Kapolres KP3 Tanjung Priok (2008), Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya (2009), Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri (2011), Dirreskrimum Polda Kepri (2011), Kapolres Metro Jakbar (2013), Anjak Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri (2015), Dirreskrimsus Polda Metro Jaya (2016), Wadirtipideksus Bareskrim Polri (2016) dan Dirtipid Siber Bareskrim Polri (2017).

BACA JUGA: Gaya Blusukan Ala Jokowi Diwariskan ke Gibran

-
Foto : Nana Sudjana

Terakhir ada Ahmad Luthfi. Adalah non Akpol yang jadi Kapolda Jawa Tengah. Sebelumnya Ahmad Lutfi menjabat sebagai Wakapolda Jawa Tengah. Pengangkatan Ahmad Lutfi adalah hal yang paling fenomenal dalam mutasi jabatan di tubuh Polri. Karir Luthfi memang begitu cepat menanjak. Ahmad Lutfi adalah lulusan Sekolah Perwira Militer Sukarela (Sepa Milsuk) angkatan kedua tahun 1989. Sejak polisi berpisah dari TNI, nama Sepa Milsuk kini berganti. Menjadi Penerimaan Polri Sumber Sarjana (PPSS). Sepa Milsuk adalah jalur masuk ABRI bagi lulusan perguruan tinggi. Di Sepa Milsuk 1989, Ahmad Lutfi satu angkatan dengan Menteri Kesehatan Terawan. Prestasinya terlihat dengan kesuksesan Ahmad Lutfi mengawal pernikahan anak Jokowi, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution. Sebelumnya, ketika berpangkat Kombes, Ahmad Lutfi menjadi Kapolresta Solo. Jadi bikin penasaran yang bakal menggantikan Kapolri Idham Azis kelak. Prestasi kepolisian hampir kesemuanya meroket tajam. Semoga yang terpilih kelak bisa menjalankan amanah di kepolisian sesuai visi misi Jokowi. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Dr. Disiplin F. Manao, SH. MH., Hakim Tinggi Dulunya Pernah Jadi Seorang Reporter

-
Foto : Ahmad Luthfi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags

Terkini