news

SAH, 'Sambatan' Warga Sidomulyo menjadi Catatan Khususnya

Senin, 10 Agustus 2020 | 21:21 WIB
Surabaya NAWACITAPOST - Mendengar sambatan Warga Sidomulyo Gg. IV RW05, Kelurahan Sidotopo Wetan-Kenjeran terkait bantuan yang selama ini diberikan oleh Pemkot Surabaya, Siti Anggraenie Hapsari yang akrab dipanggil SAH merasa prihatin.

Memang selama ini ada bantuan, namun tidak ada konsistensi bahkan untuk bantuan sembako Covid dinilai tidak layak untuk dikonsumsi, ujar Achmad Djainul Arifin ketua RW05 Sidotopo Wetan saat ditemui SAH di Mushala Sabilil Mukhlishin Sidomulyo. Senin (10/8/20)

Apabila SAH mendapat amanat dari masyarakat Surabaya, Djainul Arifin berharap tidak ada dusta kepada masyarakat. "Ojok dijupuk duwek e thok (Jangan hanya diambil untungnya.red), Hak masyarakat juga tolong berikan," tegasnya.

Disisi yang sama, Bu Nyai Fitwatun Nazilah mengeluhkan keprihatinannya terkait pengkaderan 'Modin' . Menurutnya banyak tempat di Surabaya masih belum memilikinya. Hal ini harus menjadi catatan penting, supaya pemimpin tidak hanya memikirkan dunia namun urusan Sorga juga menjadi perhatian utama.

Umi Zilah berharap, dalam perjalanannya, SAH tetap istiqomah sampai terpilih menjadi Wakil Walikota Surabaya nanti.



Pada kesempatan itu, SAH berjanji tidak akan melupakan semua sambatan dari masyarakat, karena dalam setiap kunjungannya selalu ada catatan sekaligus rekaman yang akan dijadikannya sebagi buku pedoman dalam menjalankan pemerintahannya nanti.

Lulusan fakultas Hukum Unair ini menjelaskan bahwa dirinya diusulkan oleh Partai Demokrat untuk menjadi pendamping Machfud Arifin Calon Walikota yang diusung oleh 8 partai di parlemen Surabaya.

"Program saya dan pak MA (Machfud Arifin) hampir sama, intinya membangun kota Surabaya menjadi lebih maju, baik dalam pembangunan fisik, Pembangunan SDM, Pembangunan ekonomi lokal, Pembangunan Birokrasi dan Keamanan sehingga Surabaya menjadi kota yang ramah, " urainya.

Terkait bantuan sosial, SAH akan melibatkan birokrasi ditingkat terbawah seperti RT/RW dengan berbasis teknologi.

" Ini adalah permasalahan data, jadi banyak salah sasaran dalam pembagian bantuan sosial, " ujar SAH yang sejak tahun 1999 berkecimpung dalam bidang keNotariatan.

SAH juga prihatin terkait insentif kader ditingkat RW. Menyikapi hal itu, SAH berjanji di awal jabatan lima tahun nya, akan sesegera mungkin mengevaluasi insentif kader karena diakui kader terbawah adalah pengemban amanat untuk mencerdaskan sekaligus memikirkan kesehatan balita di kampungnya masing-masing.

"Ibu dan bapak tidak perlu kuatir, semua sudah menjadi catatan saya dan akan segera ditindaklanjuti sesaat setelah saya mengemban jabatan sebagai Wakil Walikota nanti, " pungkas Siti Anggraenie Hapsari. (BNW)

Tags

Terkini