BACA JUGA: Usai Tuan Puan Viral, Jurnalis Narasi TV Milik Najwa Shihab Kini Terancam Hukum Penghinaan Kemenkes
Foto: Covid 19
Covid 19 telah berdampak hampir ke banyak aspek kehidupan. Covid merupakan salah satu virus Corona. Virus Corona sudah ada sejak dulu. Ada 4 jenis (genus) Virus Corona. Yaitu Virus Corona tipe alfa, beta, gama dan delta. Virus Corona alfa dan beta umumnya ada pada mamalia, sapi, babi, anjing, kucing, kelelawar, tikus dan juga manusia. Virus Corona delta ada pada unggas seperti burung dan ayam. Virus Corona gamma ada pada babi. Covid 19 merupakan virus tipe beta. Penyebarannya begitu cepat. Bahkan hampir ke seluruh dunia terinfeksi dan memakan korban. Salah satunya Indonesia. Setelah Indonesia menetapkan darurat Corona, ada semacam peningkatkan kepanikan. Yang mana terjadi rush buying di supermarket. IHSG menurun tajam dan kurs rupiah menyentuh angka lebih dari 15.000 rupiah terhadap dolar US. Kemudian keluar berita bahwa vaksin Corona sudah mulai diuji kepada manusia oleh Amerika. Namun memang masih menjadi harapan untuk kesembuhan dari pandemi Covid 19. Pengharapan bisa segera lepas dari ancaman virus corona sudah dihembuskan oleh Dok Mo dan tim lewat Terapi Plasma Konvalesen (TPK) seperti jadi angin segar. Dok Mo merupakaan sapaan akrab dari dokter Monica, ahli genetika dan bio molekular juga spesialis anestesi. Lulusan dari Fakultas Kedokteran Kristen Maranatha Bandung. Dokter Monica yang menginisiasi TPK di Indonesia. Tentunya dengan buku protap yang disusun olehnya beserta tim dokter lainnya.
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
-
Dokter Mo lantas berkirim surat kepada Presiden Jokowi. Mendapat lampu hijau dari Presiden Jokowi untuk mencoba terapi. Berhasil menyembuhkan satu pasien Covid 19. Satu pasien sembuh adalah titik awal sembuhnya ribuan. Bahkan jutaan pasien Covid 19 lainnya. Terapi plasma sudah ada sejak lama, tak ada yang baru. Sehingga semestinya orang - orang yang mengatakan diri sebagai ahli di bidang kedokteran mestinya paham atau kepikiran. Terutama terkait hal demikian di tengah pandemi corona yang belum ada obatnya. Namun sungguh disayangkan, ada beberapa informasi yang sangat menyayat hati beredar. Beberapa pasien Covid 19 dengan gejala berat yang sebenarnya bisa diselamatkan harus kehilangan nyawa. Terlebih karena berbelitnya permintaan terapi plasma darah. Bahkan ada yang diminta sejumlah uang yang jumlahnya mungkin kecil bagi sebagian orang. Akan tetapi berat bagi orang - orang kecil. Memang mengherankan. Seolah seperti sengaja dilakukan penghambatan untuk kesembuhan menasional. Dirasa benar banyak tangan - tangan jahil iblis yang mencoba menggagalkan segala daya upaya Dokter Mo dan tim. Terutama dalam menolong sebanyak mungkin pasien berat dan kritis yang dapat diselamatkan. Sudah selayaknya dan seharusnya pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia mendukung penuh kabar gembira. Jangan ada kepentingan lain diantara kesemua selain kepentingan kemanusiaan bangsa dan negara bahkan dunia. Karena memang Terapi Plasma Konvalesen merupakan kartu AS. Dimaksudkan cara pengobatan cepat yang efektif dan efisien menangani dalam penyembuhan Covid 19 di Indonesia. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Dr. Disiplin F. Manao, SH. MH., Hakim Tinggi Dulunya Pernah Jadi Seorang Reporter