news

KASUS PENGEROYOKAN TERHADAP KORBAN BUNSEN ( ASENG), PELAKU MASIH DALAM PENYELIDIKAN POLSEK TUALANG

Rabu, 5 Agustus 2020 | 23:17 WIB
Siak, NAWACITAPOST - Kasus Pengeroyokan terhadap Bunsen (50) warga Kelurahan perawang Jalan Raya Perawang Kabupaten Siak - Riau yang terjadi pada hari Sabtu (25/08/ 202) yang di duga di lakukan lebih dari tujuh orang di Jalan M.Ali di salah satu warung kopi yang berada di samping Kantor PLN Kecamatan Tualang Di Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang,Kabupaten Siak.

Ketika saudara kandung korban Bunsen alias Aseng menyampaiakan ke awak media saat di temui di rumahnya Kota Pekanbaru, Rabu,(05/08/2020), mengharapakan kasus abangnya yang masih di rawat di Rumah Sakit SWASTA IBNU SINA Kota Pekan baru,Secepatnya terungkap dan kasus ini kami serahkan sepenuhnya dalam penyelesaian secara hukum atas kasus yang menimpa saudaranya yang dimana korban mengalami paha kanan patah. Dan telah menjalani Operasi dan muka lembam serta terdapat luka ringan disebagian tubuh korban,tutur HD.

"Kami dari keluarga Korban serahkan kasus ini sepenuhnya kepada Polsek Tualang agar kita bisa mendapatkan kepastian hukum sesuai undang - undang yang berlaku di negara kesatuan Republik Indonesia ( NKRI), atas kasus pengeroyokan terhadap saudara saya Busen ( Aseng ) yang mengalami (Patah Tulang) dan Saudara saya telah dilakukan operasi di rumah sakit," ujar HD

Lanjut HD saudara kadung korban, Bunsen yang sering dipanggilan Aseng dari tanggal kejadian hari Sabtu (25/07/2020), sampai sekarang sudah dalam tahapan pemulihan atau masih di rawat di rumah sakit Ibnu sina pekan baru, dari hasil pemeriksaan dokter melalui keluarga yang berada di rumah sakit yang menjaga,Bunsen ( Aseng) mengalami patah tulang pada kaki kanan, dan luka lebam pada wajah dan beberapa luka ringan di tubuh korban.

atas kejadian yang dialami oleh Buseng (Aseng) keluarga harus mengeluarkan biaya sebesar kurang lebih Rp. 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) untuk dilakukannya tindakan medis yaitu operasi dan biaya perawatan selama dirumah sakit serta keluarga juga menyampaikan harus mengeluarkan biaya untuk perawatan secara tradisional" ujarnya.

Arme Salim,Salah satu saksi mata pada saat kejadian menjelaskan kepada wartawan,di tempat kejadian Rabu,(05/08/2020) Saya sedang ngopi bersama teman- teman FD,Dan DD,tidak lama kemudian si korban Bunsen ( Aseng ) datang ikut duduk di samping meja kami. Tidak lama kemudian satu persatu datanglah beberapa orang yang lengkap menggunakan Antribut Loreng merah dengan sepatu lengkap,tiba - tiba ML memanggil korban dengan nada suara besar,Aseng....Sini Kau...dulu...!!kata ML kepada
si korban (Aseng),ML sampaikan kepada korban di Tempatmu segera kau cat itu...kata ML,Korban menjawab,Apa urusanmu...!!. Datanglah BR teman dari ML itu mengatakan dengan lantang "Heii kau Aseng ketua saya itu, kau bagus bicara". Lalu Korban (aseng)  menjawab "Maaf saya tidak ada urusan denganm, kata korban kepada BR,lalu ML memanggil korban sini kau keluar satu - satu kita main". Ungkap Armen yang berada saat itu

BACA JUGA : Pelayanan Puskesmas Tutup Sementara,Kepala Puskesmas positif Covid-19


Lanjut armen,saya sendiri memisahkan mereka,saya sampaikan "Broo jangan beratem di sini kita keluarga,ini puya warung keluarga kita,tidak lama kemudia terjadilah dorong mendorong sampai korban di keroyok beberapa orang yang lengkap menggunakan baju loreng merah dan sepatu PDL lengkap di depan pos sucurty PLN ,korban menjerit dan minta tolong. Mungkin karna korban mendapatkan perlakukan kekerasan pada dirinya. Dan memang benar kejadian sadis yang dilakukan kepada aseng mengakibatkan kakinya patah akibat beberapa pengeroyokan menedang pakai sepatu PDL Salah satu ormas. Ucap Armen

setelah kejadian saya menghampiri korban dan beberapa orang melakukan pertolongan terhadap korban langsung siang itu di bawa di rumah sakit untuk di rujuk ke rumah sakit Ibnu sina pekan baru hari itu,juga dan tidak lama kemudian pihak kepolisian polsek perawang datang kelokasih kejadian,Ungkap Arme.

Saat wartawan mencoba konfrimash Kepada ML melalui Hp selulernya,Rabu,(05/08/2020),Di hubungin tiga kali tidak terhubung atau di luar jangkauan,sehingga berita ini naik di redaksi.

Kapolsek Tualang AKP M Faizal Ramzani,SH,S.iK,MH,Melalui Panit Reskrim polsek Tualang Iptu Ichan,SH,Melalui Hp Selulernya,Rabu (05/08/2020) mengukapkan kepada wartawan,
berdasarkan laporan Korban Bunsen panggilan Aseng " ini saling melapor,tutur Ichsan

Laporan korban Bunsen ( Aseng ) tersangkanya ada tiga yaitu, BR,AN,DS, sedangkan laporan Baron tersangkanya FD dan DP, pasal yang di kenakan pasal 170 KUHP Pidana,Ungkap ICHAN

Foto : Hasil Rontgen

Sokhiaro Halawa (Nawacitapost.com, Kabupaten Siak)

Tags

Terkini