news

Menakar Peluang Menantu Jokowi di Pilwalkot Medan

Senin, 27 Juli 2020 | 18:49 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Nama santer terdengar menantu dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi bakal maju dalam pemilihan walikota (pilwalkot) Medan. Ya tentu saja Bobby Nasution, S.E., M.M. atau disapa Bobby. Merupakan alumnus dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam jurusan Agribisnis di Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Kemudian juga termasuk keturunan dari Raja Gunung Baringin Nasution Mandailing Natal Penyabungan Timur. Resmi lulus S2 dari IPB dengan predikat "Memuaskan". Tak lain bersama - sama dengan istrinya, Kahiyang Ayu. Bobby dikenal sebagai pengusaha sukses. Namun, dirinya tidak menyombongkan diri dengan limpahan harta kekayaannya. Padahal bisnisnya menggurita. Mulai dari bisnis properti sampai kuliner. Terlahir dari pasangan almarhum Erwin Nasution dan Ade Hanifah Siregar. Ayahnya pernah dipercaya menjabat sebagai petinggi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IV (Persero).

BACA JUGA: Korban Janji Palsu Program Pendidikan Gratis di Nias Selatan Tidak Jelas

Foto : Presiden Jokowi dan menantu Bobby Nasution

Bobby sering menghabiskan masa kecil secara nomaden alias berpindah - pindah. Pekerjaan sang ayah menuntut keluarga pergi dan tinggal dalam waktu yang cukup lama. Bobby menamatkan pendidikan Sekolah Dasar (SD) di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Sementara masa SMP dan SMA dihabiskan di Bandar Lampung. Setelah selesai sekolah, Bobby melanjutkan ke bangku kuliah. Bobby merupakan Sarjana Agribisnis. Kemudian meneruskan studi di perguruan tinggi yang sama mengambil gelar Master. Dari situ, Bobby bertemu dengan Kahiyang Ayu. Bobby bisa dibilang pebisnis andal. Meski termasuk generasi milenial, namun insting bisnisnya jalan. Sebelum menikah dengan Kahiyang, Bobby sudah menjamah bisnis properti di tahun 2011. Saat itu, usianya baru 20 tahun. Mulanya dari bisnis renovasi rumah untuk dijual lagi. Tentunya memperhitungkan marjin keuntungan. Perlahan namun pasti, bisnis berkembang pesat hingga masuk ke skala lebih besar, seperti pengembang.

BACA JUGA: Si Kurang Senyum Moeldoko, Tak Pernah Lipat Jari Tangan, Naik Kereta Gratis, Ditangkap Kondektur

-
Foto : Bobby Nasution

Berbekal pengalaman dan kredibilitas oke, Bobby banyak mendapatkan proyek besar. Salah satunya proyek Malioboro City, sebuah apartemen megah di Yogyakarta. Lantas dilanjutkan juga proyek jalan, pundi - pundi uang pun mengalir. Menariknya, Bobby pernah nyemplung sebagai manajer klub sepakbola Medan Jaya. Lalu, dirinya terus saja berpegang teguh pada bisnis. Tidak bekerja sendiri, Bobby memutuskan bergabung dengan perusahaan properti besar, Takke Group pada 2016. Bobby memegang jabatan penting, Direktur Marketing. Bobby juga menguasai saham perusahaan sekitar 10 hingga 20%. Dalam mengelola bisnisnya, Bobby kerap bertukar pikiran dengan Jokowi. Yang mana merupakan pengusaha sukses di bidang mebel. Namanya juga milenial yang senang mencoba hal - hal baru. Bobby mencoba peruntungan di bisnis kuliner. Bobby membuka gerai kopi di Kota Binjai. Jaraknya 22 kilometer (km) dari kota kelahirannya di Medan. Gerai kopi yang diberi nama Veteran Coffee mulai buka tahun 2013. Menyajikan kopi khas Sumatera Utara (Sumut).

BACA JUGA: Jargon Kampanye Idealisman Dachi Dipilih Tak Dipilih Pasti Menang, Melebihi Tuhan?

-
Foto : Bobby Nasution

Bisnis kopi sudah berjalan lebih dari 5 tahun. Bobby tidak hentinya gali bisnis. Berlanjut berkolaborasi dengan iparnya, Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Raka membangun bisnis kuliner. Masih berkutat dengan kopi. Mendirikan kedai kopi bernama Kopi Jolo. Dalam bahasa Sumut, Kopi Jolo memiliki arti ‘Ngopi Dulu’. Menempatkan gerai kopinya dalam sebuah lokasi yang dinamakan Kedai Rakyat. Tempat nongkrongnya sudah cukup populer dan digemari para kawula muda. Bisnis Bobby dibangun dari nol. Berkat ketekunan dan kerja keras, bisnis membuahkan hasil. Salah satunya didapat dari sisi materi. Kini pun banyak peluang didepan matanya. Sepertinya memang waktunya tepat dalam pencalonan dirinya menuju pilwalkot Medan. Banyak partai ingin mengusungnya. Belum mendapat surat rekomendasi resmi dari DPP, DPD Partai Gerindra Sumut telah menyatakan dukungan kepada Bobby Nasution. Dalam proses pendaftaran calon walikota Medan, Partai Gerindra Sumut sudah secara gamblang menyatakan dukungan. Demikian diungkapkan oleh Sugiat Santoso, Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut kepada awak media pada 23 Juli 2020.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

-
Foto : Akhyar, Bobby dan Salman

Sementara, partai besar dan kuat pun sepertinya bakal mengusungnya juga. Tergambar dalam penjelasan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) Sumut, Djarot Saiful Hidayat. Dirinya mengungkapkan penyebab partai berlambang banteng tak mengusung Akhyar Nasution dalam kontestasi pemilihan walikota Medan 2020. Seperti diketahui, ada dua kader berebut rekomendasi partai besutan Megawati Soekarnoputri. Yakni Akhyar Nasution dan Bobby Nasution. Keduanya, sama - sama memiliki hubungan erat dengan PDIP. Alasan utama pihaknya tak memilih Akhyar karena kinerjanya yang buruk selama menjabat walikota Medan. Terlebih memang pihaknya memberikan reward and punishment secara tegas dan terukur.Yaitu kepada semua kader yang bertugas di eksekutif. Para kandidat kepala daerah akan diajukan kembali sebagai reward dari partai. Tak lain yang mampu menyejahterakan rakyat dan membangun pemerintahan yang bersih, jujur dan transparan. Tak hanya PDIP, ternyata partai cukup besar lain pun ikut tertarik mengusungnya seperti Golkar. Bobby dianggap bagian keluarga besar Golkar. PKS jauh hari pun mengakui memiliki ketertarikan untuk mengusung Bobby pula. Dibeberkan oleh Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal pada Selasa 25 Februari 2020. Sehingga semua masyarakat khususnya yang ada di Medan bisa menakarnya bersama - sama. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Megawati, Titisan Soekarno Melanjutkan Perjuangan Politik Merdeka

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags

Terkini