news

RW Simolawang Pesimis Penambahan Anggaran Kampung Tangguh

Senin, 13 Juli 2020 | 15:18 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Terkait penambahan anggaran Kampung Tangguh Wani Covid-19 dari Pemkot Surabaya dinilai oleh beberapa ketua RW di wilayah Simolawang Simokerto-Surabaya tidak sesuai realita, pasalnya terkait kampung Tangguh saat ini saja mereka belum pernah menerima bantuan dari pemkot, kecuali masker yang jumlahnya hanya antara 20-35 biji.


Dihadapan media, Doni ketua RW08 Kelurahan Simolawang mengungkapkan kegeramannya saat ditanya mengenai penambahan anggaran untuk Kampung Tangguh Wani Covid-19 yang akan direalisasikan Pemkot Surabaya pekan ini.


Menurutnya, Slogan Kampung Tangguh Semeru hanya sekedar slogan, tanpa dibekali fasilitas yang memadai. "Jangankan anggaran bahkan APD saja kami tidak dibekali," ungkapnya pesimis.


Lanjut Doni, RT dan RW adalah garda terdepan yang berhubungan dengan warga atau masyarakat. "Kami diminta mendata seluruh warga khususnya pasien Covid-19 baik yang PDP maupun ODP yang menjalani dikarantina mandiri dirumah. Untuk itu, kami selalu datang kepada keluarga yang PDP, ODP untuk memastikan kondisi mereka. Namun dalam hal ini kami tidak pernah diberi bantuan APD sebagai pengaman saat turun ke warga dan itu sangat membahayakan kami," ujar Doni.


Selain itu, RT, RW dan Satgas diminta mendata warga yang keluar masuk, di cek suhunya dll, tapi sarana dan prasarana tidak dipenuhi.




Doni ketua RW08 Kelurahan Simolawang kecamatan 1 Surabaya

Ditanya terkait bantuan sosial, Doni menjelaskan bahwa data dari Pemkot sangat kacau khususnya data terkait BLT (Bantuan Langsung Tunai)


" Terdaftar di data BLT tapi tidak menerima undangan BST, ada warga yang menerima undangan BST, tapi BLTnya malah terblokir. Hal ini menambah berat tugas RT dan RW," ungkap Doni.


Lebih lanjut, Doni mengaku wajar jika Surabaya belum bisa keluar dari Zona merah, karena stakeholder yang ada di Pemkot Surabaya tidak fokus. Buktinya RT, RW dan Satgas tidak dibekali apapun dalam memutus Covid-19.


Doni berharap, janji penambahan anggaran kampung Wani bukan hanya sekedar janji tapi realisasi secepatnya agar upaya pemutusan rantai penyebaran Covid di Surabaya bisa cepat teratasi.


Sebelumnya tersiar berita yang disampaikan Wisnu Sakti Buana Wakil Walikota akan menambahkan anggaran Kampung Tangguh Wani Covid di tiap RW se kota Surabaya,  dari semula 3 juta kemudian 3,5 juta dan kemudian dinaikkan menjadi 10 juta yang menurut Wisnu akan direalisasikan pekan ini. (BNW)

Tags

Terkini