news

Air Mata Tangis Haru Penerima Manfaat BST Kemensos Hadir

Senin, 13 Juli 2020 | 13:59 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Salah seorang penerima BST (Bantuan Sosial Tunai) di kabupaten Garut, Yayah Rukayah menitikkan air mata tangis haru. Yayah Rukayah tinggal di kampung Sasakbeusi, Desa Mulyasari, kecamatan Bayongbong. Sehari – harinya berjualan lontong. Diantarkan ke warung. Namun, kesedihan mendalam dirasa selama Covid 19. Kepahitan mulai terasa menghampiri dalam hidupnya. Penghasilan yang semula bisa untuk mencukupi hidup sehari – hari, kini hanya tinggal sebuah mimpi. Hanya mampu mengais rezeki Rp 10 ribu perharinya. Tentu saja untuk menutupi kebutuhan hidup seperti hanya sebuah harapan. Tadinya bisa mengirimkan jualannya ke sekolah – sekolah. Namun, semenjak Covid 19, sekolah memang diliburkan. Sehingga dirinya tidak bisa mendapatkan hasil seperti sebelumnya.

BACA JUGA: Yasonna Maklum Tak Disukai, Utamakan Prinsip Kebaikan Bangsa dan Negara

Foto : Yayah Rukayah, Penerima Manfaat BST Kemensos

Kini Yayah Rukayah hanya menjajakan ke warung – warung saja. Perwarung dikirim 10 biji lontong. Memang biasanya yang dikirim dalam jumlah banyak adalah sekolah – sekolah. Begitu miris dirasakan. Tapi apalah daya, hanya pasrah menerima kenyataan. Kedua orang tua sudah tiada. Mempunyai satu anak. Suaminya pun menceraikannya. Makan sehari – hari diberikan dari saudaranya. Diberi oleh tetangga. Secercah harapan mulai menerangi. BST pun hadir melalui Kemensos (Kementerian Sosial) Hadir. Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara bersama jajarannya bersungguh – sungguh terjun langsung ke lapangan. Menemui satu persatu penerima manfaat dan langsung bertatap muka. Benar – benar mengikuti instruksi Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

BACA JUGA: Lobby Tingkat Tinggi Yasonna, Sukses Pemerintah Jokowi

-
Foto : Mensos Juliari P. Batubara bagikan BST Kemensos di Garut

Air mata pun tertetes perlahan. Menusuk sampai ke sanubari. Curahan begitu mendalam terungkap. Yayah Rukayah sangat mengucap syukur. Dirinya kini bisa kembali menikmati hidup. Bisa terpenuhi untuk kebutuhan sehari – hari. Awalnya, RT mendatanginya. Dirinya diminta untuk mengumpulkan KK (Kartu Keluarga) dan KTP (Kartu Tanda Penduduk). Kemudian diberikan ke RT. Lalu RT meneruskan ke Kantor Desa. Lantas dirinya bisa mendapatkan BST selama tiga kali, masing – masing sebesar Rp 600 ribu. Bisa dijadikan modal juga. Dirinya sangat berterima kasih kepada pemerintah khususnya Presiden Jokowi dan Mensos Juliari P. Batubara bersama jajarannya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Tags

Terkini