news

Dugaan Modus Penculikan Anak Teror Tangsel: Pelaku Incar Nama Korban Lewat Buku Tulis

Jumat, 4 September 2026 | 08:10 WIB
Foto ilustrasi: Viral dugaan modus penculikan anak di Tangerang Selatan. (Unsplash/saif71)

NAWACITAPOST.COM — Dugaan modus baru aksi percobaan penculikan anak teror warga Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten. Aksi teror yang mengincar siswa Sekolah Dasar (SD) ini viral di media sosial setelah orang tua korban membeberkan kronologi kejadian yang hampir menimpa buah hatinya di area sekolah.

Aksi mencurigakan tersebut diungkapkan oleh akun Threads @novita_yumnaa25. Ia membeberkan bahwa dugaan percobaan penculikan menimpa anaknya yang masih duduk di kelas 3 SD saat jam kepulangan sekolah. Terduga pelaku diketahui seorang perempuan berhijab, memakai masker, dan mengenakan helm.

“Ini terjadi sekitar jam 14.00 WIB di gerbang sekolah anakku yang masih kelas 3 SD, ada ibu-ibu manggil anakku dan nanya anakku kelas berapa,” tulisnya dalam utas tersebut, dikutip pada Kamis (3/9/2026).
 
Baca Juga: Menembus Zaman, HKNB Pancangkan 12 Pilar Strategis Menuju Organisasi Modern dan Disegani

Terduga pelaku lantas menjalankan aksinya dengan memaksa melihat buku pelajaran milik korban. Langkah tersebut diduga menjadi trik atau modus untuk mengetahui nama lengkap anak agar pelaku bisa berpura-pura kenal jika tepergok orang lain.

“(Dia) terus maksa minta lihat buku di tas anakku. Alasannya biar tahu nama anakku. Biar kalau ketahuan bisa bilang kenal,” lanjutnya.

Beruntung, potensi kejahatan tersebut berhasil digagalkan setelah korban keberanian menolak permintaan terduga pelaku. Korban langsung melarikan diri kembali ke dalam lingkungan sekolah untuk menyelamatkan diri.

“Begitu anakku lari, ibu itu tetap maksa panggil anakku buat samperin dia. Karena anak aku lari ke dalam sekolah, jadi banyak yang lihat ibu itu dan dia langsung kabur naik motor,” jelasnya.

Pemilik akun menegaskan bahwa tindakan terduga pelaku telah dirancang secara matang dan bukan aksi spontan. Situasi makin rawan lantaran korban saat itu baru selesai mengikuti jam belajar tambahan, sementara petugas keamanan sekolah sedang tidak berada di lokasi.
 
Baca Juga: Viral Prajurit TNI AL Kawal Arya Wedakarna di Kontes Transgender Bangkok Diselidiki

“Ini bukan penculikan biasa, ini udah direncanain,” imbuhnya.

Unggahan peringatan ini mendadak viral hingga disaksikan lebih dari 980 ribu kali dan mendapat lebih dari 9 ribu tanggapan menyukai. Peristiwa ini memicu gelombang kekhawatiran sekaligus kesadaran antarsesama orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan anak di area publik dan lingkungan sekolah.

Menanggapi ancaman modus baru tersebut, orang tua korban mengimbau masyarakat agar memberikan edukasi proteksi diri kepada anak sejak dini. Anak-anak diminta tidak sembarangan memperlihatkan identitas diri kepada orang tidak dikenal serta berani mengambil tindakan tegas jika menghadapi situasi membahayakan.

“Buat mom semua, tolong ajarin anak jangan kasih lihat nama di buku atau tas ke orang asing, kalau ada yang maksa, teriak dan lari ke sekolah, dan jemput tepat waktu atau tunggu di tempat ramai,” tambahnya.
 
Baca Juga: Dirawat di Rumah Sakit, 136 Siswa SMP di Makale Tana Toraja Diduga Keracunan MBG

Ia mengingatkan pentingnya sikap kritis dan keberanian anak dalam menghadapi potensi ancaman kejahatan di sekitar mereka.

“Anakku selamat karena dia berani menolak, gimana kalau anak kita diam aja?” sambungnya.

Fenomena ini mengundang respons luas dari netizen dan orang tua lain yang turut membagikan tips keselamatan. Berbagai saran yang mengemuka antara lain melarang pencantuman label identitas anak secara terbuka di barang pribadi, memperketat jadwal penjemputan, hingga membentengi anak agar tidak mudah percaya kepada strangers demi mengantisipasi kejadian serupa.(***)

Tags

Terkini