Surabaya NAWACITAPOST - Wakil ketua Komisi A, Camelia Habiba minta Pemerintah kota Surabaya memperhatikan Pondok-pondok Pesantren Terkait protokol kesehatan dan juga segera memfasilitasi Rapid test untuk para santri dan Pengajar saat kembali dari daerahnya dan akan melakukan proses belajar mengajar di Pondok Pesantren.
” Saya berharap ada kebijakan dan perhatian khusus untuk ratusan Ponpes yang ada di Surabaya,” ujar Camelia Habiba, ditemui saat mengunjungi Pondok Pesantren 'Nurul Huda' di Jl. Sencaki No.64, Simolawang, Simokerto-Surabaya. Sabtu (13/6/20)
Menurut Politisi PKB ini, tidak semua Santri yang belajar di Pondok Pesantren di wilayah Surabaya berasal dari Surabaya.
" Seperti di Pondok Nurul Huda ini, banyak Santri yang berasal dari luar Surabaya. Maka dari itu Recovery kesehatan di Pesantren harus diperhatikan supaya disaat pelaksanaan pola hidup baru (new normal) nanti para Santri dan pengajar dapat melakukan proses belajar mengajar dengan baik, dan para orang tua santri tidak khawatir jika anak-anaknya kembali ke pesantren,” tegasnya.
Perhatian Pemerintah, menurut Habiba, dapat diwujudkan melalui fasilitas kesehatan untuk pemenuhan pelaksanaan protokol kesehatan, seperti memfasilitasi rapid test, hand sanitizer, dan akses pengobatan. Terlebih Pemkot juga menyiapkan tenaga ahli kesehatannya untuk pengawasan ke Pondok Pesantren secara berkala.
Habiba berharap jangan sampai dengan tidak diterapkannya protokol kesehatan akan memunculkan Cluster Covid baru di Pesantren, tegas anggota Dewan yang sudah menjabat 3 periode ini.
Selain itu, Habiba juga mengharapkan Pemerintah juga mendukung dalam hal proses belajar mengajar di Pesantren, baik dalam pemenuhan sarana dan fasilitas pendidikan maupun biaya pendidikan (syahriyah/SPP dan kitab) bagi santri yang terdampak secara ekonomi. (BNW)