Yang juga perlu diketahui, lanjutnya, mayoritas daerah di Jatim saat ini mengalami kendala keterbatasan lab PCR. Sementara, Kota Surabaya memiliki laboratorium dengan kapasitas sekitar 800 sampel per hari ditambah mobil PCR dari BIN yang berkapasitas 200 sampel per hari.
"Dengan berbagai pertimbangan itulah, maka Mobile Lab PCR itu harus berkeliling ke daerah yang membutuhkan," ujar Suban Wahyudiono menguatkan. (*)