BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
Foto : Menteri PPN atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro bersama Presiden Jokowi
Pernyataan dari Menteri PPN (Perencanaan Pembangunan Nasional) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan pemindahan dan mengungkapkan alasan pemerintah. Dijelaskan pada Nawacitapost beberapa waktu lalu. Pemerintah berencana memindahkan ibukota negara dan pusat pemerintahan ke wilayah tengah Indonesia. Pulau Kalimantan dianggap strategis. Karena dengan menempatkan ibukota disana, memudahkan pemerintah membentuk sistem birokrasi. Terutama yang menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Dengan pemindahan ibukota yang dilakukan ke kawasan tengah Indonesia, wilayah barat sampai timur akan lebih mudah terpantau.
BACA JUGA: Artis Cilik Indonesia Bersuara Khas, Kobarkan Segarkan Bangkitkan Tagline Nias Pulau Impian
-
Pemindahan ibukota juga menjadi solusi untuk pemerataan ekonomi dan pembangunan. Tentu yang mana selama ini tersentralisasi di Pulau Jawa. Pemindahan ibu kota tersebut akan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2020-2024. Ibukota baru membutuhkan lahan seluas 30 hingga 40 ribu hektar. Dari beberapa calon lokasi yang dikunjungi, ada dua lokasi yang menjadi kandidat kuat calon ibukota baru. Keduanya adalah Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan Gunung Mas di Kalimantan Tengah.
BACA JUGA: Yasonna, Wajah Nias Batak, Ayahnya Pernah Dagang Minyak Goreng
-
Peluang masa depan cerah akan bisa diraup. Yaitu dengan mulai mengurus surat pindah dari sekarang. Tapi, bisa dikatakan lebih tepatnya berinvestasi lebih awal. Memang belum dilakukan proses pemindahan ibukota. Namun, hal demikian dipastikan bakal dilakukan. Lantaran sudah dipersiapkan dari kini segala kebutuhan pemindahan ibukota oleh pemerintah. Peluang yang bisa didapatkan ada banyak. Bisa mendapatkan keuntungan yang lebih menjanjikan. Diantaranya dalam jual beli tanah, pendirian bangunan, perizinan, perpajakan, pendirian usaha, jual beli pangan sandang papan, pengembangan destinasi wisata, pengembangan potensi sumber daya alam, pengembangan sumber daya manusia, pengurusan dokumen atau surat, kerjasama antar daerah dan sebagainya. Jadi tunggu apalagi. Mari coba beranikan investasi lebih awal. Tentu nantinya akan mendapatkan untung besar. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Kuliah Ikatan Kedinasan Poltekip Poltekim Kemenkumham Segera Dibuka, Buruan Persiapkan Diri dan Daftar!