Gunungsitoli, Nawacitapost.com - Tenaga pendamping Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Gunungsitoli, menyampaikan klarifikasi atas pemasangan foto Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli pada kartu simbolik penyaluran Bantuan Langsung Tunai - Dana Desa (BLT- DD), kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Komunikasi dan Informasi, pada hari Jum'at (28/05/20) di Kantor Dinas Komimfo, Jl. Pancasila No. 17 Desa Mudik, Gunungsitoli.
Kordinator P3MD Gunungsitoli bersama dengan tiga tenaga ahli dan satu tenaga pendamping lapangan disambut oleh Kepala Dinas Komimfo Gunungsitoli. Pertemuan yang di mulai sekitar pukul 10.30 wib tersebut di fasilitasi oleh Kepala Dinas Komimfo yang didampingi oleh Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik dan staf lainnya.
Dari penjelasan Camat Gunungsitoli Utara Torotodo Zega, yang juga turut hadir pada pertemuan tersebut, menyampaikan bahwa Kartu atau Voucher yang ada foto Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli pada penyaluran BLT-DD di Desa Teluk Belukar, Desa Afia dan Desa Olora bukan petunjuk yang bersumber dari Kantor Kecamatan Gunungsitoli Utara.
"Tidak ada petunjuk baik dari Pemerintah Kota Gunungsitoli, maupun dari Pihak Kecamatan Gunungsitoli Utara kepada Pemerintah Desa untuk menyiapkan atau mengadakan kartu atau Voucher penyaluran BLT-DD" tutur Torotodo Zega.
Dalam penjelasan klarifikasi, salah satu Tenaga Ahli Bidang Pengembangan Teknologi Tepat Guna P3MD Gunungsitoli Sahat Saoloan Butar - Butar menyatakan bahwa penyediaan kartu simbolik dengan foto Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli pada penyaluran BLT-DD merupakan murni inisiasi dari Tenaga Ahli P3MD sebagai bentuk apresiasi atas tanggungjawab dan partisipasi pemerintah kota dalam menyukseskan penyaluran BLT-DD di masa pandemi Covid-19.
"Pertama, kami (P3MD Gunungsitoli) menyampaikan bahwa kartu tersebut bukan voucher penyaluran BLT-DD, tetapi hanya kartu simbolik yang menunjukkan transparansi jumlah bantuan yang yang diterima oleh penerima manfaat, dimana dalam kartu tersebut tertuang jumlah BLT-DD yang diterima, yaitu sebesar 600 ribu rupiah" ungkap Sahat Saoloan.
Demikian halnya penjelasan dari Tenaga Ahli Bidang Teknis P3MD Gunungsitoli Asafati Gea, Kartu Simbolik tersebut dicetak dari kantor P3MD Gunungsitoli.
"Adanya kartu simbolik tersebut, murni inisiatif tim P3MD, tidak ada yang mengarahkan" tegas Asafati Gea.
Terkait dengan pemberitaan salah satu media, dimana kartu simbolik dengan foto Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli tersebut dihubungkan dengan tahapan Pilkada Gunungsitoli tahun 2020,
Tenaga Pendamping P3MD Gunungsitoli menjelaskan bahwa inisiatif pengadaan Kartu Simbolik tersebut tidak ada hubungannya dengan situasi politik saat ini di Kota Gunungsitoli.
Tim Pendamping P3MD Gunungsitoli, mengungkapkan bahwa belum ada permintaan konfirmasi atas isi pemberitaan salah satu media tersebut.