BACA JUGA: 67 Tahun Yasonna Laoly : Bermakna, Berkesan dan Berpesan bagi Semua. Berikut Testimoni Para Tokoh !
Foto : Mantan Menteri Kelautan Perikanan, Dr. (H.C.) Susi Pudjiastuti bersama Presiden Jokowi
Selama menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi dikenal sangat giat dalam memberantas illegal fishing di laut Indonesia. Dia tak segan memerintahkan penenggelaman kapal. Terutama milik asing yang terbukti mencuri ikan di perairan Indonesia. Dalam rentang waktu November 2014 hingga Agustus 2018, sebanyak 488 kapal pencuri ikan ditenggelamkan. Namanya dikaitkan dengan kata "tenggelamkan". Dimaksudkan mengacu kepada hukuman penenggelaman kapal - kapal asing ilegal di perairan Indonesia. Kerja cerdasnya membuahkan hasil. Penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature menunjukkan. Kebijakan agresifnya terhadap penangkapan ikan ilegal telah mengurangi upaya tangkap sebesar 25%. Berpotensi menambah jumlah tangkapan sebesar 14% dan keuntungan sebesar 12%.
BACA JUGA: Yasonna, Wajah Nias Batak, Ayahnya Pernah Dagang Minyak Goreng
-
Kapal berbendera Vietnam paling banyak ditenggelamkan. Yaitu sebanyak 276 kapal. Diikuti Filipina (90), Thailand (50), Malaysia (41), Indonesia (26), Papua Nugini (2), Tiongkok (1), Belize (1) dan tanpa negara (1). Selama dua tahun kebijakan tersebut diterapkan, stok ikan Indonesia bertambah 5,4 juta ton atau sekitar 76%. Pada tahun 2018, stok ikan mencapai 13,1 juta ton, lebih tinggi dari tahun 2015 yang hanya sebanyak 7,3 juta ton. Kebijakan tegas dalam memerangi pencurian ikan oleh Susi Pudjiastuti juga berdampak pada meningkatnya ekspor ikan Indonesia. Bahkan di luar negeri, kebijakan Susi mendapatkan apresiasi. Seperti dari WWF Internasional yang menganugerahinya 'Leaders for a Living Planet Awards'. Tentu saja apresiasi atas komitmennya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan di Indonesia.
BACA JUGA: Putra Nias, Melenggang dari Guru Besar Jadi Pendamping Menteri
-
Susi memang merupakan salah satu wanita hebat Indonesia. Sebelumnya, dirinya pun sukses dalam merintis usaha. Terlebih saat dirinya sedang menangani Susi Air. Hingga awal tahun 2012, Susi Air mengoperasikan 50 pesawat dengan berbagai tipe. Seperti 32 Cessna Grand Caravan, 9 Pilatus PC-6 Porter dan 3 Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 185 pilot, dengan 175nya pilot asing. Tahun 2012, Susi Air menerima pendapatan Rp300 miliar dan melayani 200 penerbangan perintis.
BACA JUGA: Kepulauan Nias Dapil II Sumut Terpilih, Kemanakah Saat Pandemi Covid 19 ?
-
Susi merupakan putri cerdas kelahiran di Pangandaran. Terlahir dari sang ayah, Haji Ahmad Karlan dan ibunya, Hajjah Suwuh Lasminah. Keduanya berasal dari Jawa Tengah. Namun sudah lima generasi hidup di Pangandaran. Keluarganya memiliki usaha ternak. Memperjualbelikan ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakek buyutnya adalah Haji Ireng. Seorang kakek yang dikenal sebagai tuan tanah di daerahnya.
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
-
Susi sempat putus sekolah. Tepatnya terhenti ketika memasuki SMA kelas 2 di SMA Negeri 1 Yogyakarta. Dikeluarkan dari sekolah akibat keaktifannya dalam gerakan Golput. Setelah menjadi menteri, Susi mendaftar untuk mengikuti Paket C. Yakni di PKBM Bina Pandu Mandiri Kabupaten Ciamis pada 2015. Setelah melewatkan ujian pada tahun 2017, Susi lulus dari ujian susulan pada bulan Mei 2018. Bahkan, atas prestasinya di bidang kelautan dan perikanan, Susi diganjar gelar doktor honoris causa. Tak lain diberikan oleh Universitas Diponegoro (Undip) pada 3 Desember 2016 lalu.
BACA JUGA: BUMN Pertamina Dibawah Kepemimpinan Ahok Bungkam Rengekan Harga BBM Turun
-
Sebelum dianugerahi doktor honoris causa dari Undip, kemampuan akademik Susi sudah diakui. Tentu saja dinilai setara dengan doktor oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Susi sempat bertanya – tanya akan pantas atau tidaknya gelar yang disandangnya. Sampai pernah meminta satu justifikasi dari penguji untuk kapabilitasnya. Kemudian, memang ada sertifikasi kompetensi. Lantas dirinya mengikuti tes. Diverifikasi oleh 5 profesor doktor datang kerumahnya. Bermaksud menjustify kompetensinya untuk kelayakan mendapatkan gelar doktor. Tenyata, alhasil lulus dengan nilai 9. Nilai 9 merupakan level doctor. Usai mendapatkan gelar, dirinya sangat mengapresi kepada Presiden Jokowi. Membuktikan bahwa tidak begitu salah Jokowi mengangkatnya menjadi menteri.
BACA JUGA: Si Kurang Senyum Moeldoko, Tak Pernah Lipat Jari Tangan, Naik Kereta Gratis, Ditangkap Kondektur
-
Dahulunya, Susi seputus sekolah, menjual perhiasannya dan mengumpulkan modal Rp.750.000. Ya dirinya mempergunakan untuk menjadi pengepul ikan. Tepatnya di Pangandaran pada tahun 1983. Bisnisnya berkembang hingga pada tahun 1996. Lalu dirinya mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product. Pabriknya didirikan dengan produk unggulan berupa lobster yang diberi merek Susi Brand. Bisnis pengolahan ikan ipun meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika. Pada 2004, dirinya memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan. Pembeliannya ditaksir mencapai harga Rp 20 miliar menggunakan pinjaman bank. Melalui PT ASI Pudjiastuti Aviation yang didirikan, pesawat yang dimiliki digunakan. Tak lain untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia. Tentu saja ditujukan untuk pengiriman ke pasar Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan Cessna adalah Susi Air. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Kuliah Ikatan Kedinasan Poltekip Poltekim Kemenkumham Segera Dibuka, Buruan Persiapkan Diri dan Daftar!