news

Ampuh! Do'a Orang Tua Hantarkan Tito Hananta Jadi Pengacara Aktif Bermasyarakat

Kamis, 28 Mei 2020 | 17:45 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Terbukti do’a kedua orang tua memanglah sangat dahsyat. Mampu menghantarkan Tito Hananta Kusuma, S.H., MM atau Tito menjadi seorang pengacara. Terutama pengacara pilihan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan sejumlah artis ternama. Dilahirkan dari seorang ayah alm. Drs. Purwahananto dan ibunda almh. Tapsari Purwahananto. Kedua orang tuanya secara tidak langsung memberikan pendidikan kepada sang anak Tito ke Fakultas Hukum pada tahun 1995. Kemudian memang pada dasarnya Tito suka aktif bermasyarakat, dirinya mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Tito lantas menemukan minat, bakat dan kemampuan menjadi seorang pengacara.

BACA JUGA: Sosok Yasonna Laoly di Mata Ephorus BNKP, Terucap Terima Kasih dan Tuhan Memberkati

Foto : Pengacara Tito Hananta

Dia mengawali dengan mengikuti program magang di kantor pengacara terbesar di Indonesia. Terbilang memang cukup besar di Internasional dan memiliki 130 cabang di dunia. Magang disana dirinya hampir setahun. Hal itu menjadi basic dasar baginya sekitar tahun 1998. Seperti disampaikan kepada salah satu jurnalis Nawacitapost, Ayu Yulia Yang di salah satu mall yang terletak di Jakarta Pusat.

BACA JUGA: Si Kurang Senyum Moeldoko, Tak Pernah Lipat Jari Tangan, Naik Kereta Gratis, Ditangkap Kondektur

-
Foto : Pengacara Tito Hananta

Setelah lulus magang, kemudian dirinya mulai merintis karir di salah satu kantor pengacara, Amir Syamsudin. Dirinya berguru kepada seorang pakar hukum perbankan no. 1 di Indonesia. Dirinya diajari cara menangani kasus hukum perbankan. Salah satu kasus hukum terkenal adalah kasus korupsi Bahana Investasi. Menjadi kasus litigasi pertama di pengadilan untuk dia belajar sebagai seorang pengacara muda. Sebagai seorang pengacara, memang dia cenderung pemilih untuk spesialisasinya. Dirinya lebih cocok sebagai spesialis bidang tindak pidana korupsi di KPK.

BACA JUGA: 67 Tahun Yasonna Laoly : Bermakna, Berkesan dan Berpesan bagi Semua. Berikut Testimoni Para Tokoh !

-
Foto : Pengacara Tito Hananta dan keluarga

Banyak memang pengacara muda bersaing sebagai pengacara generalis. Namun, memang itulah latar belakang buatnya akan daya persaingan dengan pengacara kondang senior. Dirasa akan mudah tergerus. Sadar diri akan level kemampuan, demikian menjadi aspek utama dalam memilih kasus yang ditangani olehnya.

BACA JUGA: Yasonna, Wajah Nias Batak, Ayahnya Pernah Dagang Minyak Goreng

-
Foto : Pengacara Tito Hananta dan istri

Kini cukup banyak mengenal Tito sebagai pengacara artis. Dirinya beberapa kali menangani kasus selebritis. Kemudian memang dia sempat menangani kasus salah satu artis Saiful Jamil. Menurutnya Saiful Jamil merupakan sosok yang rendah hati. Dirinya menceritakan awal mulanya. Dirinya menangani kasus tol cipularang. Dirinya dibantu oleh beberapa rekan. Kasusnya adalah perkara kecelakaan di tol cipularang. Berusaha secara mati – matian dan akhirnya terputus menjadi masa percobaan. Kemudian mengalami musibah dituduh melakukan suap, membela Saiful Jamil lagi, bukanlah suap tapi penipuan walaupun akhirnya menjadi putusan suap.

BACA JUGA: Putra Nias, Melenggang dari Guru Besar Jadi Pendamping Menteri

-
Foto : Pengacara Tito Hananta dan rekan di KPK

Memang cukup banyak pengacara yang menginginkan menangani kasus selebritis. Banyak media tentunya yang meliput jikalau menangani kasus demikian. Disitu mendapat tantangan pula cara menjelaskan secara detail dan spesifik. Khususnya menjelaskan kepada media dengan baik.

BACA JUGA: Tjahjo Kumolo, Sang Menteri Pujangga Puitis, Kolektor Barang Antik, Doyan Daging Kambing

-
Foto : Pengacara Tito Hananta dan rekan

Sementara, penanganan lingkungan KPK, lebih dari 20 terdakwa korupsi disana, kesulitannya sungguh ironi. Ada benturan kepentingan diantara para tersangka dan saksi. Cara menyelamatkan diri masing – masing. Memang harus realistis dan menjaga kepentingan kliennya sebaik mungkin. Mendapatkan pembelaan yang adil dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang sesuai.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

-
Foto : Pengacara Tito Hananta

Dirinya mengaku lebih banyak mendapatkan suka ketimbang duka. Baginya sudah passion menjadi pengacara. Cukup payah jika menerima ketidakpuasan dari klien. Memang harus mengajak diskusi. Perkara korupsi memang banyak mendapat konsekuensi dihukum. Kemudian harus bisa menjelaskan seberapa proporsional pemberian hukuman. Lalu, seberapa besar penerimaan didalam diri yang mendapat hukuman. Harus bisa membuat klien menceritakan secara terbuka untuk perkaranya.

BACA JUGA: Ray, Penderita Kanker Otot, Butuh Uluran Tangan

-
Foto : Pengacara Tito Hananta

Sisi lain dibalik dirinya yakni adalah pernah menjadi aktivis bergabung dalam Pemuda Pancasila di daerah Jakarta Selatan. Ketuanya adalah sahabatnya yang memberikan kesempatan untuk aktif dalam organisasi. Selain itu, dia juga mengajar di beberapa kampus. Diantaranya Binus, PPM dan Kalbe Farma. Kemudian dirinya juga mendirikan Jari Lawyer Club bersama Krisna Murti dan pengacara ternama lainnya. Menggunakan konsep rumah sakit untuk maju dan eksis bersama. Ada dokter jantung, paru, penyakit dalam dan sebagainya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Sosok Menteri Bertangan Dingin, Pernah Bantu Orang Tua Berjualan

Tags

Terkini