BACA JUGA: Gubernur Anies, Apa Laut Bukan Bagian dari Planet Bumi ?
Foto : Ilustrasi Mudik
Pemerintah memberikan larangan mudik ke kampung halaman bukan tanpa dasar pertimbangan. Justru sudah mempertimbangkan dengan matang segala keputusan. Pemerintah ingin virus Covid 19 terputus mata rantai penyebarannya. Langkah yang tepat dengan cara mencegah penyebarannya. Bukan hanya mengobati setelah tersebar. Tentu akan memperburuk kondisi yang ada. Virus Covid 19 akan semakin merajalela.
BACA JUGA: Putra Nias, Melenggang dari Guru Besar Jadi Pendamping Menteri
-
Bisa lolos saat mudik ke kampung halaman, tapi jangan harap bisa balik ke Jakarta dengan gampang. Memang hingga kini sudah ada ratusan ribu kendaraan terlanjur mudik. Setidaknya, ada 367.703 pemudik. Yaitu dengan kendaraan pribadi berangkat ke beberapa daerah. Namun, masih banyak masyarakay Jakarta yang nekat mudik pulang kampung.
BACA JUGA: Yasonna, Wajah Nias Batak, Ayahnya Pernah Dagang Minyak Goreng
-
Berangkat dari sanalah, jajaran kepolisian dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan pemudik bakal sulit balik ke Jakarta. Kabag Ops. Korlantas Polri Kombes Benyamin menyampaikan kepada awak media. Pihaknya siap melakukan penyekatan. Terlebih memang ditujukan untuk memberikan efek jera. Pasalnya larangan mudik sudah menjadi kebijakan dari pemerintah.Tujuannya agar masyarakat tidak bisa masuk ke Jakarta usai mudik.
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
-
Ditambahkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo ke awak media beberapa waktu lalu. Pemudik yang membawa lengkap persyaratan bakal sulit kembali ke Jakarta. Dadakan kembali ke Jakarta, akan ditindak karantina mandiri. Diisolasi untuk proses karantina selama 14 hari. Tentu saja bukan dirumah. Melainkan di tempat yang ditunjuk oleh Gugus Tugas dengan biaya sendiri. Bakal diketatkan check point di beberapa titik. Seperti Cikampek. Akan dibuat rute putar balik. Bila lolos dari sana,akan diproses karantina di Jakarta. Sebab bakal diperketat akses masuk Jakarta. Supaya lolos satu titik, akan terdeteksi pada titik yang lain. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Ekonomi, Bobroknya Orde Baru VS Hebatnya Jokowi