“Kalau seandainya yang bersangkutan pernah mengundang saya ngaji, atau narasumber, atau mungkin pernah datang sopan ke pondok, seandainya saya lupa dengan itu, maka hari ini saya Rp100 juta pun saya kembalikan,” tegas Gus Miftah dengan lantang.
Baca Juga: Tragedi Adonara Membara Lagi: Satu Pemuda Tewas, Tiga Kritis dalam Bentrok Berdarah
Langkah berani ini diambil bukan karena ia mengakui tuduhan tersebut, melainkan demi menjaga kesucian pondok pesantren, keluarga, dan para jemaahnya dari jerat harta yang tidak halal. Sebuah prinsip teguh yang dipegangnya erat-erat.
“Seingat saya, saya tidak kenal namanya Dheky Martin dan saya nggak tahu saya pernah dikasih... Saya nggak mau kalian makan itu tercampur dengan uang haram!” tandas Gus Miftah menutup klarifikasinya dengan kalimat yang menggetarkan hati seluruh jemaah yang hadir.
Akankah pusaran kasus korupsi DJKA ini menyeret sang pendakwah lebih dalam, ataukah ini hanya sekadar catutan nama tak berdasar? Ikuti terus perkembangan kasus ini.(***)