Hamparan ilalang kuterjang tanpa kawan
Hempasan gelombang menerjang diriku tanpa ada teman
Selaksa terpaan berkas cahaya menyilaukanku tanpa gandengan tangan siapapun
Aku daki tiap jengkal bukit tanpa tenda tuk berteduh
Kutapaki lereng cinta tanpa sapaan
Kujelajahi kedalaman hati hanya dalam diriku
Kudengar kicauan merdu burung walau hanya kejujuran semu
Kudapati lambaian tangan penuh kepalsuan
Kupandangi tatapan nanar nafsu kebohongan
Ku tak hendak percaya...
Tapi...
Hati adalah hati
Bukan jantung atau jemari
Foto : Endang Sunaryati
Biarlah...
Masa dan masa
Kujangkau dengan terengah-engah dipasang gersang
Aku terbiasa...
Menanam tak tumbuh bunga
Mencangkul hanya berupa bebatuan
Menyiangi bukan hanya rumput
Menyirami tak pernah mengunduh
Aku sudah terbiasa
Melihat kepalsuan diantara gemerlap kehidupan
Merenungi kegundahan tanpa ada pintu yang terbuka
Entah sampai kapan?
Karya : Endang Sunaryati