news

Kontroversi Berdamai dengan Corona

Jumat, 8 Mei 2020 | 13:44 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Pernyataan Presiden Joko Widodo menimbulkan kontroversi. Menyatakan bahwa berdamai dengan virus Corona Covid 19. Yang mana memang virus masih mewabah dalam dua bulan terakhir. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin berusaha menjelaskan. Meluruskan beragam persepsi tidak menyenangkan dari luar sana.

Foto : Presiden Joko Widodo

Bey mengatakan, maksud berdamai dengan Corona. Sebagaimana dikatakan Jokowi adalah menyesuaikan dengan kehidupan. Artinya masyarakat harus tetap bisa produktif di tengah pandemi Covid-19. "Bahwa Covid itu ada. Mari bersama berusaha agar Covid segera hilang. Tapi, tidak boleh menjadi tidak produktif karena Covid. Bisa menjadikan ada penyesuaian dalam kehidupan”. Dikatakan oleh Bey melalui pesan singkat kepada jurnalis Nawacitapost, Jumat 8 Mei 2020.

BACA JUGA: Megawati, Titisan Soekarno Melanjutkan Perjuangan Politik Merdeka

Bey menambahkan. Penyesuaian dalam kehidupan dilakukan dengan upaya mencegah penularan Corona. Diantaranya dengan selalu mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak dari kerumunan. Penyesuaian hidup yang akan membentuk tatanan kehidupan normal baru bagi masyarakat. "Covid memang belum ada anti virusnya, tapi semua bisa mencegah. Artinya jangan menyerah, hidup berdamai dalam penyesuaian kehidupan. Kesananya yang disebut the new normal tatanan kehidupan baru”.

-
Foto : Presiden, Joko Widodo

Diketahui Jokowi dalam keterangannya, pada Kamis 7 Mei 2020. Meminta masyarakat berdamai dengan Corona sampai vaksin ditemukan. Jokowi mengatakan. Hingga vaksin belum ditemukan maka tak ada acuan virus Corona benar - benar berhenti menyebar. Pernyataan Jokowi untuk berdamai dengan Corona sempat mendapat sorotan tajam di media sosial (medsos). Pernyataan berbeda. Dengan hal yang disampaikan Jokowi dalam pertemuan virtual KTT G20 pada Maret lalu.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Saat itu, Jokowi mengajak negara-negara anggota G20 untuk 'perang' melawan virus corona. Dia juga mendorong G20 memimpin upaya. Upaya dalam menemukan penawar penyakit akibat virus tersebut. Sebagai informasi, data terbaru kasus positif corona di Indonesia per 7 Mei 2020 mencapai lebih dari 12 ribut pasien. Dari jumlah, telah merenggut nyawa hampir seribu jiwa. Namun memang masih lebih banyak yang sembuh. Yakni lebih dari dua ribu jiwa.

-
Foto : Presiden, Joko Widodo

Sejak pertama kali diumumkan pada 2 Maret lalu. Kasus positif Corona di Indonesia terus bertambah. Dari data yang selalu dipaparkan pemerintah, belum pernah sehari pun jumlah kasus positif Corona turun. ( Ayu Yulia Yang )

Tags

Terkini