Penerima pun dari beragam latar belakang profesi. Mulai dari karyawan yang terdampak PSBB Covid-19. Kemudian disusul tenaga kerja harian, ojol, para Hamba Tuhan Jabodetabek dan beberapa kota di provinsi lain.
BACA JUGA: Cinta Kasih Jadikan Tangis Haru di Panti Asuhan
Menurut Ama Cintya biasa dipanggil belum juga merasa puas. Hatinya terus begejolak. Terutama setelah melihat kondisi yang nyata di media sosial ( medsos ). Banyak warga yang minta bantu. Tapi mereka tidak tahu. Kepada siapa mengeluh dan minta tolong.
BACA JUGA: Fornisel Semakin Yakin Usai Laksanakan Bansos Tahap 3
Akhirnya hari ini Bahagia memberi arahan langsung. Kepada Sekretaris Jenderal Beesokhi Ndruru dan ketua Bansos Forum Nias Selatan Pdt. Nasokhili Giawa. Untuk juga beserta tim dan badan pengurus. Harus segera mencari tahu warga Nias. Terkhusus diseluruh rumah - rumah kontrakan. Yang mana ada di berbagai tempat. Tentu mendesak butuh bantuan. Pada khususnya di wilayah Jabodetabek. Tidak terbatas pada warga asal Nias Selatan. Akan tetapi, semua yang berasal dari Kepulauan Nias.
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
"Saya pernah katakan pada semua. Jangan sampai ada yang meninggal karena tidsk makan akibat dampak Covid-19". Dikatakan Bahagia Dachi.
BACA JUGA: Usai 2000 Orang, Fornisel Siap Jangkauan Lebih Luas
Lanjutnya, panitia berpegang pada yang disampaikan. Percayalah Tuhan akan buka jalan. Karena niat membantu orang lain tulus. Di kota lain juga silahkan ditampung informasi permintaan. Terus kerja keras untuk mencari para donatur. Yang mana berasal dari teman - teman yang merasa terpanggil. Berbagi kasih pada sesama.
-
Demikian disampaikan ke tim Nawacitapost oleh Fornisel, hari ini 7 Mei 2020 di Bekasi. Bahagia tertantang untuk pemerataan bansos. Tak ingin dengar lebih banyak teriakan dan jeritan. Kelaparan berujung kematian. Tidak makan. Tidak ada kesejahteraan. Tidak ada kepedulian. ( Ayu Yulia Yang )
BACA JUGA: Fornisel Siap Tuntaskan Pemerataan Bansos