news

Pemuda Pancasila Surabaya : Walikota ! Segera Turunkan Bantuan Kepada Masyarakat.

Minggu, 3 Mei 2020 | 17:55 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Keluhkan lambatnya BLT maupun bantuan sembako, Masyarakat melalui beberapa pengurus RT dan RW mengadu ke sekretariat Pemuda Pancasila kota Surabaya di jalan Darmahusada Indah Utara 1 surabaya.


Sampai hari ini (3/5/2020) bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak PSBB belum diterima sama sekali padahal sudah mendaftar sebagai MBR sesuai yang diinstruksikan, kata  Yanto pengurus RT 10 kelurahan morokrembangan.


Begitupun juga pak purnomo warga Lidah Kulon, mengeluh karena warkopnya sudah sebulan ditutup, katanya ada kopensasi buat para usaha kecil selama masa PSBB , nyatanya hampa belaka.


Dan Taufik ketua RW 1 kelurahan tambak osowilangun, mengatakan bahwa proses verifikasi MBR yang dinsos kota surabaya terlalu lama, ini kan sudah seminggu di laksanakan PSBB, tapi kami malah swadaya sendiri dengan dana patungan masyarakat untuk membantu saudara kami warga tidak mampu dan yang tidak bekerja.


Demikian pula Indah sutoko ketua LPMK kelurahan tambak wedi. Dirinya membenarkan adanya persoalan tersebut, ini kami semua RT RW dan LPMK korban dari diterapkannya PSBB, kami sudah membantu pemerintah agar program ini sukses untuk menanggulangi virus corona, lha kok malah pemerintah kota surabaya menghambat sendiri keinginannya untuk PSBB.


"Ini sama saja para RT RW dibuat babak belur oleh kebijakan PSBB ini, wong di dukung malah pemerintah kota sendiri yang membuat amburadul," tegasnya.


Menanggapi hal tersebut, Samsurin ketua OKK MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya yang turut menemui para RT RW dan LPMK ini mengatakan, “ Pemuda Pancasila sejak awal sudah ikut membantu Pemerintah mensosialisasikan PSBB. Bahkan melalui ketua MPC Kami bapak Haries Purwoko membuat vidio blog agar masyarakat surabaya berperan serta serta mensukseskannya“.


Lanjut surin, pemahaman tentang pentingnya PSBB sudah di pahami oleh masyarakat dan terbukti mereka patuh dengan manjaga daerahnya sendiri sendiri dengan melakukan seperti karantina mandiri, sangat kelihatan saat ini volume penurunan kendaraan lalu lintas semakin sepi, itu artinya masyarakat surabaya memahami keadaan saat ini dan insya Allah mereka melakukan kegiatan dirumah saja.


Sejalan dengan itu, Pemuda Pancasila Surabaya meminta kepada pemerintah kota surabaya dalam hal ini ibu risma, tidak perlu bertele tele soal data verifikasi, segera realisasikan kewajiban pemerintah untuk memperhatikan kebutuhan pokok selama PSBB,


" Turunkan segera BLT dan sembako, langsung saja barang dan uang datang kemudian serahkan pada RT dan RW, bukankah mereka selama ini punya hardcopy datanya," tegas Surin.


Untuk monitoring dan evaluasinya bisa melibatkan Lurah dan Camat, Bimaspol, Babinsa, tokoh agama dan tokoh masyarakat diwilayah masing masing.


" Ini kalau di tunda tunda, masyarakat bisa tidak sabar dan bisa menganggu ketertiban selama PSBB. Dan itu semua tidak diharapkan toh," lanjutnya.


Surin menjelaskan, aplikasi yang dibuat bapekko kota surabaya tersebut tidak efisien dan menambah jarak waktu semakin panjang, insya Allah RT RW kita se surabaya ini memiliki kemampunan dan bisa dipertanggung jawabkan atas bantuan yang disalurkan. Jadi percayakan saja sama mereka.


" Mosok rek suroboyo koyok ngene, malu kita ini , melaksanakan PSBB saja tidak mampu apalagi membasmi covid hingga tuntas 100 persen," kata Samsurin.


Kami pemuda pancasila punya jaringan sosial di tingkat ranting, selama ini kami juga banyak baksos dan siap bantu pemkot, dan banyak ormas lain yang perpengalaman di kota surabaya ini, libatkan jangan sok hebat sendiri lah, saat ini diperlukan persatuan dan kecepatan serta transparansi informasi untuk kekuatan melawan corona ini.

Halaman:

Tags

Terkini