news

100.000 Pemudik dipaksa Keluar dari Jawa Tengah

Kamis, 30 April 2020 | 09:23 WIB
Brebes, NAWACITAPOST- 700 ribu orang perantau sudah masuk ke Jawa Tengah sebelum ada larangan mudik lebaran Idul Fitri. Sedangkan saat pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2020, kurang lebih 100 ribu pemudik yang masuk dipaksa kembali ke luar Jawa Tengah.

"Sudah 700 ribu masuk ke Jawa tengah, dan sudah dilakukan pemantauan di semua titik-titik pintu masuk di Jawa tengah. Stasiun, terminal. Semuanya telah dilakukan pencatatan berasama dengan pemerintah daerah, dan catatan itu sebagai ODP, dipantau selama 14 hari," kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat melakukan pemantauan di ruas Tol Pejagan, wilayah Brebes, Rabu 29 April 2020 kemarin.

Baca Juga : 16 Warga Pelanggar PSBB di Pekanbaru Didenda dan Penjara






Pemerintah mengambil keputusan untuk melarang mudik lebaran 2020, yang diberlakukan sejak 24 April. Untuk itu, polisi melakukan penyekatan-penyekatan di beberapa titik guna mencegah masyarakat yang hendak mudik ke kampung halaman.

"Dari pemantauan kelancaran arus mudik menjadi proses penyekatan arus mudik. Di Jawa tengah terdapat 13 titik sekat, 3 di antaranya berada di wilayah pantura dan sisanya di wilayah selatan dan timur, untuk menyekat arus dari timur dan arus dari barat," jelasnya.

Dia mengatakan, pemantauan ini dilaksanakan untuk kesiapan menyambut kegiatan Bulan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri. Menurutnya, Operasi Ketupat Candi 20020 kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Seperti kita ketahui saat ini kita masih dilanda pandemi virus corona, yang terjadi di seluruh belahan dunia termasuk di Jateng. Untuk tahun ini berbeda, pemantauan kita bukan memantau kelancaran arus mudik, tetapi sebaliknya. Kita melakukan penyekatan terhadap arus mudik,” terangnya.

"Ini dilakukan karena pemerintah pusat ingin melakukan kegiatan yang sungguh-sungguh dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona di seluruh wilayah Indonesia termasuk Jawa tengah," tutup Kapolda.

 

Tags

Terkini