news

Pemerintah Nias Utara Persiapkan Diri Untuk Penanganan Covid-19

Kamis, 30 April 2020 | 08:24 WIB
Nias Utara,Nawacitapost.com - Menghadapi wabah covid-19 yang sudah melanda dunia dan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), pemerintah Kabupaten Nias Utara saat ini telah mempersiapkan diri. Hal ini disampaikan oleh jubir covid-19 Ya'adil Telaumbanua saat wawancara dengan awak media nawacitapost diruang kerjanya baru-baru ini.

Untuk saat ini, kita bersyukur untuk wilayah kita belum ada yang terpapar wabah covid-19, dan untuk kewaspadaan kita sudah membuat membuka posko pemantauan di tiga lokasi diantaranya yakni "Perbatasan Sitolu'ori dengan Gunungsitoli, kemudian di laehuwa alasa Talu Muzoi, dan perbatasan nias dan nias Utara di Tugala'oyo", jelas Ya'adil.

Baca Juga : Menkumham Lepas 1.000 Paket Bantuan Sosial Via Video Conference untuk Masyarakat Jawa Tengah

Selanjutnya, pemerintah melalui Dinas Sosial sedang memfinalkan pendataan penerima bansos bersama para Camat dan Kepala Desa, hal ini sangat perlu juga dilakukan guna menyeleksi dan mengsincronkan secara prosedural siapa-siapa masyarakat yang berhak menerima supaya tidak terjadi penggandaan bantuan, karna bantuan tersebut ada dari pusat dan provinsi, dan yang tidak tercaver nanti, itu ditangani oleh bantuan Daerah.
Kemudian berbicara masalah anggaran yang sudah kita sediakan, bukan semata-mata kita langsung menghabiskan, namun anggaran tersebut kita arahkan tepat sasaran dan bisa dipertanggung jawabkan, kemudian anggaran itu bisa saja tidak habis pakai, dan bisa juga anggarannya kurang. Itu bergantung dari situasi wabah covid-19 ini, dan rincian penggunaan anggarannya dapat dipertanggung jawabkan, tegas Ya'adil.

Baca Juga :  Edward Zega : Ketua DP KORPRI Tidak Berhak Perintahkan Pejabat Struktural

Dilanjutkan, untuk membelanjakan masker tentunya kita order sesuai mekanisme dan bukan di pesan di tempat-tempat pasaran karna ini uang negara, maka tempat pemesanan juga harus di tempat yang resmi seperti perusahaan penyedia barang, dan lagi jenis masker yang kita pesan adalah jenis N95, itu masker standar kesehatan. Jadi untuk anggaran yang telah kita sediakan masih belum banyak terpakai, hingga saat ini dari anggaran yang Rp 3,5 M, baru berkisar Rp 1,2 M yang kita belanjakan dan itupun bergantung dari banyaknya pesanan yang datang, karna sistem pembayarannya datang orderan baru kita bayarkan, beber Ya'adil.

Ibezanolo Zega (Nawacitapost.com,Nias Utara)

Tags

Terkini