Surabaya NAWACITAPOST - Sesuai rencana, Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya sudah didepan mata, tepatnya nanti Selasa 28 April sampai dengan 11 mei 2020. Namun sampai detik ini nampaknya sosialisasi dari Pemerintah Kota Surabaya masih belum terdengar sampai di tingkat masyarakat bawah. Hal itu yang juga dirasakan warga Kupang Segunting kelurahan Dr. Sutomo - Tegalsari.
Ditemui NAWACITAPOST Terkait PSBB, Joko Ketua RT04 RW02 mengatakan dirinya belum dihubungi atau diajak bicara oleh pihak RW maupun kelurahan Dr. Sutomo. Bahkan untuk penetapan tanggal, Joko cuma sekedar tahu dari informasi media, ujarnya saat melakukan penyemprotan Disinfektan di kampung Kupang Segunting gg 3 dan 4. Minggu (26/04/20)
Walau demikian, Dirinya bersama pengurus RT sudah berusaha melakukan upaya standart yaitu sosialisasi kepada warga melalui group WA dan spanduk untuk bersiap menghadapi PSBB.
Ditanya terkait bantuan sembako, Joko yang saat itu ditemani beberapa pengurus RT mengatakan bahwa warga sudah banyak yang mempertanyakan hal ini tapi Ia mengaku belum ada bantuan sama sekali, baik dari Pemkot maupun Pemprov. Bahkan hal ini pernah ditanyakan ke pengurus RW karena dapat info bahwa warga Bronggalan Sawah sudah banyak yang menerima bantuan. Namun dari pihak RW pun mengaku tidak tahu dan belum mendapat informasi dari kelurahan Dr. Sutomo.
Maka dari itu, untuk PSBB Joko berharap agar Pemkot segera mensosialisasikan apa yang perlu dipersiapkan di tingkat RT dan RW. Selain itu, mengenai bantuan sembako diharap segera disalurkan supaya PSBB berjalan dengan baik dan masyarakat tidak kelaparan.
Dalam kesempatan yang sama, Ari staf RT04 mengeluhkan bahwa di wilayah Kupang Segunting seringkali di 'ANAK TIRI' kan untuk masalah pengembangan masyarakat apalagi bantuan.
Ari mencontohkan untuk alat semprot Disinfektan saja adalah upaya dari Pengurus RT dan warga sendiri, meski diakuinya mendapat obat dari pihak kelurahan, sangat terbatas dan tanpa APD.
Terkait PSBB, Ari bukannya tidak setuju dengan pernyataan bu Risma Walikota Surabaya yang mengatakan akan memberikan bantuan kepada warga luar kota yang bermukim di wilayah Surabaya. Namun alangkah baiknya semua warga Surabaya juga mendapatkannya.
" Dampak ekonomi dari Pandemi ini sungguh luar biasa, dan semua orang di Surabaya terkena dampaknya. Tidak peduli yang MBR ataupun tidak. Jadi kalau memang ada bantuan sembako ya semua orang harus dapat. Tidak hanya MBR dan warga dari luar yang tinggal di Surabaya," ungkap Ari.
Ari pun berharap Pemkot Surabaya dapat lebih cepat dan bijak mengatur penanganan dampak Covid-19 ini, baik terkait PSBB maupun Bantuan yang akan diberikan kepada warga.
" Sebenarnya gampang kok, tinggal koordinasi lagi dengan RT dan RW siapa-siapa yang harus diberi bantuan. Tapi apakah mungkin dengan waktu yang sudah mepet ini ?" tukas Ari. (BNW)