Sejarah menjelaskan bahwa setelah cukup lama kepemimpinan khalifah Ali berakhir, sisa-sisa kekuatan Ali semakin dihilangkan oleh Dinasti Muawiyah.
Baca juga : Catatan Lia Istifhama: 3 Ramadlan 1441 H, Tentang Kepergian Sayyidah Fatimah Yang Mengharukan
Bahkan, salah satu pendukung khalifah Ali ketika masih menjadi pemimpin, yaitu Ziyad bin Abihi, menjadi pengkhianat dan berbelok mendukung Dinasti Muawiyah.
Konon, Ziyad melakukan banyak tindakan keji, seperti membunuh, merampas dan menghancurkan harta benda, bahkan menyiksa dengan keji para pengikut amirul mukminin Ali bin Abi Thalib a.s tersebut. Dikabarkan Ziyad telah membunuh tiga belas ribu orang yang dianggapnya pengikut Ali.
Baca juga : Lia Istifhama: Ramadlan, Mengingat Keutamaan Sholat Istisqa’
Pengkhianat keji tersebut akhirnya meninggal dunia pada 4 Ramadlan 53 H di Kufah. Kisah pengkhianatan yang dilakukan Ziyad menjadi pembelajaran dan hikmah sangat penting bagi setiap kepemimpinan saat ini. Dan khalifah Ali sendiri, juga harus diteladani sebagai pemimpin muslim yang mulia.
Dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan imam Bukhari nomor 3518 dan 3519 tentang keutamaan Ali, bahkan Rasulullah SAW menyampaikan: “Engkau (Ali) adalah bagian dariku dan aku bagian darimu.”
(BNW)