news

Lapas Cikarang mengadakan Pelatihan Online Pembuatan Hand Sanitizer

Kamis, 23 April 2020 | 19:33 WIB
Cikarang, Nawacitapost- Bidang Kegiatan kerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang (Lapas Cikarang) mengadakan pelatihan online pembuatan Hand Sanitizer. Seperti apa yang telah dilakukan oleh Lapas/Rutan lain di Indonesia, pembuatan Hand Sanitizer ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan Lapas Cikarang dan masyarakat sendiri terhadap Hand Sanitizer. 

Pelatihan online pembuatan Hand Sanitizer yang dilaksanakan dengan pemdampingan khusus oleh para narasumber. Adapun narasumbernya adalah Bapak Nazliansyah, MNS lulusan Kasetsart University Bangkok, Thailand.

Diikuti oleh 20 orang Warga Binaan Lapas Cikarang, pelatihan Online tata cara pembuatan Hand Sanitizer, pengenalan alat bahan dan proses pembuatan hand sanitizer. Adapun bahan yang digunakan dalam pemaparan materi tersebut yaitu : Etanol, Gliserol, Hidrogen Peroksida dan Aquadest, Alkyl Dimetyl Benzye Ammonium Chloride, Octyl Decye Dimetyl Ammonium Chloride, Dioctyl Dimetyl Ammonium C hloride, Didecyl Dimetyl Ammonium Chloride, Bardac 205M-10, Distilled Water.6. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung kegiatan Bhakti Sosial Narapidana dalam rangka memperingati hari Bhakti Pemasyarakatan ke-56 tahun 2020.

Baca Juga : Banyak Tindakan Kejahatan, Yasonna Laoly : Jangan mengkambinghitamkan Napi Asimilasi

Dengan adanya pembatasan kegiatan sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 membuat warga binaan yang biasanya sibuk berkegiatan sekarang menjadi terbatas. Kemudian semakin langkanya keberadaan Hand Sanitizer di tempat belanja, membuat tindakan yang diambil lapas Cikarang sangat tepat. Apalagi kebutuhan Hand Sanitizer menjadi sangat utama disaat pandemi COVID-19 ini.

Kepala Lapas Cikarang Nur Bambang mengatakatan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian maaupun kepribadian terus kami laksanakan dengan mengembangkan mekanisme online untuk dapat berjalannya kegiatan ini terus mengisi kekosongan waktu mereka berada di dalam Lapas.

"Saat sekarang ini pada situasi pembatasan tentu sangat berasa bagi warga binaan. Yang tadinya ada kegiatan besuk diganti dengan videocall. Oleh karena itu kegiatan pembinaan kemandirian maupun pembinaan kepribadian terus kami laksanakan dengan mengembangkan mekanisme online untuk dapat berjalannya kegiatan ini terus mengisi kekosongan waktu mereka berada di dalam Lapas. Salah satunya adalah pelatihan online pembuatan Hand Sanitaizer." kata Bambang.

"Harapannya tentu ini menjadi ilmu dan pengalaman yang baru yang bermanfaat buat mereka pribadi dan keluarganya kelak pada saat mereka bebas. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika dikembangkan akan membawa manfaat luas bagi lingkungan masyarakat sekitar." tambah Bambang.

 

 

Tags

Terkini