Surabaya NAWACITAPOST - Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/4) Tjutjuk Supariono anggota Fraksi PSI DPRD Surabaya merasa prihatin melihat penanganan kasus Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19.
Keprihatinannya diungkapkan karena melihat langsung yang terjadi saat dirinya datang ke Wilayah Putat Jaya - Sawahan.
Maksut hati ingin mengawasi, namun dirinya mengaku kecewa melihat seorang wanita yang baru pulang dari Malaysia diberondong pertanyaan sambil dibentak-bentak didepan rumahnya dan pastinya disaksikan banyak warga sekitar, ceritanya.
" Saya jadi tidak tega, tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena tupoksinya hanya sebagai pengawas pihak eksekutif dan yudikatif," ujar bro Tjutjuk.
Anehnya, menurut Tjutjuk, dalam penanganan ODP yang hadir adalah 2 orang dari Kepolisian, 3 orang dari pihak kelurahan dan hanya seorang dari pihak Puskesmas.
Untuk itu terkait penanganan ODP, Tjutjuk meminta agar semua pihak dapat lebih humanis dan mempertimbangkan sisi psikologis baik untuk orang dan keluarganya maupun psikologis masyarakat.
" Yo ojok ngunu lah, masak penanganannya mirip nangani penjahat," ujar Tjutjuk.
Saat ini dirinya dan komisi D DPRD Kota Surabaya masih menunggu protap dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk penanganan ODP, PDP maupun penanganan pemakaman untuk korban virus Covid-19. (BNW)