news

DPRD MINTA PEMKOT SURABAYA LEBIH SERIUS PERHATIKAN GURU SWASTA HONORER

Sabtu, 4 April 2020 | 00:07 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Profesi Guru adalah pekerjaan yang mulia, namun yang terjadi honor seorang Guru masih banyak yang kurang sesuai khususnya untuk Tenaga guru honorer yang mengajar disekolah-sekolah swasta. Hal ini juga menjadi perhatian khusus bagi Anggota Dewan kota Surabaya di komisi D yang membawahi bidang pendidikan.


Dijumpai NAWACITAPOST di ruang kerjanya, Dalam keterangannya Dr. Akmarawita Kadir selaku sekretaris komisi D sekaligus sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya mengatakan untuk Tenaga guru honorer memang harus diperhatikan dan kesejahteraannya mereka haruslah dijamin.



Baca juga : Pasar PPI Ditutup, Anas Karno Lakukan Sidak

Tidak meratanya penyebaran guru di setiap sekolah adalah salah satu faktor yang menyebabkan adanya guru-guru honorer ini, karena sekolah masih kekurangan guru.


" Memang untuk guru honorer sekolah negeri di surabaya agak lebih baik dibanding dengan di tempat lain khususnya di jawa timur, karena guru honorer sekolah negeri yang memenuhi syarat mendapatkan upah UMK di surabaya," paparnya. Jumat (3/4/2020)



Baca juga : Ribuan Hand Sanitizer, Sabun dan Vitamin Dibagikan Dewan Surabaya Sebagai Bentuk Kepedulian

Masalahnya adalah guru honorer sekolah swasta, pendapatan mereka tergantung pada yayasan, dan apabila sekolah mereka kekurangan murid, maka guru-guru honorer ini yang sering terkena dampaknnya.


" Jadi harus ada peraturan yang rigid kepada yayasan sekolah swasta untuk memberikan tunjungan yang lebih baik lagi," ulas Dr. Akmar.


Ditambahkan, memang ada kebijakan pemkot untuk memberikan intensif 1 jt / bulan untuk guru honorer swasta dan anggaran dananya didapat dari BOPDA (bantuan operasional pendidikan daerah).


" Hal ini harus di tindaklanjuti, sudah sampai dimana?" tanya Dr. Akmar.



Baca juga : Tak Terkait Politik, Dewan Surabaya Lakukan #gerakanbajuhitam

Sarannya, sebaiknya pemkot Surabaya segera turun tangan untuk mendata, berapa jumlah guru honorer sekolah swasta, tentunya nanti yang mendapat intensif ini adalah guru honorer swasta yang sudah mememenuhi syarat-syarat tertentu yang telah di tetapkan oleh DISPENDIK Kota Surabaya


Dr. Akmar berharap dengan adanya tambahan intensif ini dapat membantu kemajuan pendidikan di sekolah-sekolah swasta, terutama pada sekolah swasta yang kekurangan murid akibat adanya sistem zonasi dan adanya permasalahan-permasalahan lain. " Ini semua harus di fasilitasi ".



Baca juga : Jelang Ramadhan, Komisi A Ajak Pemkot Surabaya Bersinergi Terkait Anggaran Pencegahan Covid-19

Pemkot, melalui DISPENDIK seharusnya juga lebih pro aktif untuk mencarikan solusi dan pendampingan kepada sekolah swasta. Karena memang pada kenyataanya sekolah swasta adalah penopang bagi murid-murid yang tidak bisa masuk ke sekolah negeri. Anak-anak di sekolah swasta ini statusnya sama dengan anak-anak di sekolah negeri, mereka nantinya merupakan penerus bangsa ini.


Coba dibayangkan kalau tidak ada sekolah swasta, mampukah sekolah negeri di surabaya menampung seluruh anak didik? Untuk itu peran pemkot dalam membina sekolah swasta sudah menjadi kewajiban.


"Nanti kita pantau lagi dengan dispendik, sudah sampai dimana bantuan BOPDA ini terproses, khususnya untuk intensif guru swasta di surabaya. Apalagi suasana sekarang pasti lebih terasa karena perekonomian melambat akibat pandemi COVID-19 di Indonesia," ujar Dr. Akmarawita Kadir menutup wawancaranya. (BNW)

Tags

Terkini