news

Erick Thohir Lakukan Pemetaan Terhadap Total Utang dan Cash Flow BUMN

Jumat, 3 April 2020 | 19:19 WIB
Jakarta, Nawacitapost- Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, telah melakukan pemetaan terhadap total utang dan cash flow yang dimiliki masing-masing perusahaan.

"Ini pertama kali dalam sejarah, sepanjang kementerian ini berdiri," katanya melalui video conference, Jumat (3/4).

Hal tersebut dilakukan sebab pihaknya menginginkan perusahaan BUMN tetap sehat dengan memiliki cash flow yang baik.

Kendati begitu, dia belum dapat membeberkan berapa cashflow dan utang dari masing-masing perusahaan BUMN yang telah dipetakan. "Saya gak bisa sampaikan karena kita harus lapor dulu ke Menteri Keuanagan sebagai pemilik," tegasnya.

Dengan adanya pemetaan tersebut, menurutnya, akan lebih mudah untuk melakukan evaluasi terhadap masing-masing perusahaan BUMN.

Pada kesempatan yang saman, Erick mengungkapkan akan memangkas klaster bisnis BUMN dari 27 menjadi 14 klaster. Hal tersebut dilakukan sebagai efesiensi sehingga perusahaan-perusahaan BUMN akan tetap sehat dan fokus terhadap core bisnisnya masing-masing.

Baca Juga : Menteri Kelautan Berharap Seluruh Pemda Penuhi Gizi Masyarakat dengan Makan Ikan


"Jadi nanti masing-masing Wamen (Wakil Menteri) megang 7 sampai 8 lah, kita hampir cut 50 persen," kata Erick melalui video conference, Jumat (3/4).

Proses pemangkasan klaster tersebut tetap bergantung pada perusahaan masing-masing dan konsultan pendampingnya. Menurutnya cashflow dalam perusahaan BUMN menjadi sangat penting sehingga efesiensi harus dilakukan.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan akan mengevaluasi cashflow BUMN di tengah pandemi virus corona. Evaluasi tersebut nantinya berujung pada pemilahan sejumlah proyek yang akan dilanjutkan atau ditunda oleh BUMN.

"BUMN akan me-review dengan cashflow seperti apa, tetapi tolong teman-teman direksi memastikan mana yang penting mana yang ditunda," kata Erick dalam video conference, Senin (30/3).


 

Tags

Terkini