Begitupun tentang pandangan terhadap pasien corona. Penting sekali untuk selalu membangun persepsi, bahwa corona bukan aib, melainkan wabah yang sama halnya dengan semua penyakit sepanjang kehidupan manusia, bisa diderita oleh siapapun, dan bisa mengakibatkan manusia meninggal, semua tentu atas dasar ketentuan Allah SWT jika kita beriman. Seperti yang ditulis di awal, Allah SWT berkuasa atas segala keputusan-Nya dan bukan sebagai bentuk menganiaya hamba-hamba-Nya. Kado dari kesabaran, buah dari sikap tawakkal, telah digariskan Allah SWT dalam surat Al-Qaaf 30-34:
(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada Jahannam: “Apakah kamu sudah penuh?” Dia menjawab: “Masih adakah tambahan?”. Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat, masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan.
Ditulis kembali : BNW