Dalam Keterangan Persnya, Camat Lolomatua mengatakan bahwa 10 dari Desa 13 Desa di Kecamatan Lolomatua saat ini sedang mengalami kritis air bersih. Sangat riskan penderitaan masyarakat Lolomatua saat ini. Air bersih untuk air minum tak ada, mandi harus jalan kaki berkilometer baru bisa mendapatkan air untuk mandi dan menyuci.
"Yang paling kasihan adalah yang melakukan rutinis kegiatan pagi seperti anak sekolah dan para guru serta Pegawai Kantor Camat. Menurut Pengakuan Alinudin Laia bahwa Pegawai Kantor Camat sendiri sering mengalami keterlambatan masuk kantor karena harus mencari air bersih beberapa kilometer, ya sangat mengganggu aktifitas masyarakat," tegas Camat.
Baca Juga : Wagub Emil: Buku Gus Sholah Jadi Esensi Kehidupan Pesantren Di Era Modern
Halawa, SPd adalah seorang tokoh Desa Tuhemberua yang dijumpai oleh Nawacita (13/03/2020) mengatakan bahwa di Desa Caritas Sogawunasi ada mata air yang besar dan tidak pernah kering sepanjang massa, kekuatan atau potensial yang harus di berdayakan untuk pengadaan air bersih di beberapa Desa seperti Desa Caritas Sogawunasi, Desa Tuhemberua, Desa Amotosa, Desa Hiliotalua, Desa Koendrafe, Desa Hilifaondrate, Desa Lawa-lawa Luo dan Desa Tesikhori.
"Pembangunan air bersih sangat di dambakan oleh segenap masyarakat Kecamatan Lolomatua, musim kemarau seperti saat ini, sangat menyiksa masyarakat terutama ibu-ibu untuk keperluan rumah tangga. Sangat sulit mencari dan mendapatkan air bersih" keluh Ar. Halawa atau Ama Liska Halawa.
Hal senada juga di keluhkan oleh Tokoh masyarakat Caritas Sogawunasi SAMA'ELI GIAWA, Amd (Ama Mirna Giawa) di tempatnya (13/03/2020) mengatakan "kami masyarakat sogawunasi yang berdomisili dan memiliki area di sekitar Mata Air Bersih Mohili siap untuk bekerja sama dengan pihak manapun yang bisa membangun pengadaan air bersih di aerah Moholi, ini kepentingan umum bukan semata-mata kepentingan masyarakat Desa Caritas Sogawunasi".
Firman Buulolo, S.Sos selaku tokoh dari Desa Koendrafe yang notabene juga selaku Sekcam Lolomatua, kepada Nawacita (13/03/2020) mengatakan untuk pengadaan Air bersih di sekitar Kec. Lolomatua membutuhkan kerjadama yang baik antar Desa di sekitar Mohili.
"Kerjasama ini harus di wujudkan melalui BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa) sehingga terwujud Konsolidasi kerjasama antar Desa, karena ini adalah kebutuhan bersama, kami sebagai tokoh dan Pemerintah Kecamatan sangat setuju dan mendorong adanya kerjasama antar Desa yang baik". Masyarakat mengeluluh maka Pemerintah harus tampil mencari solusinya, tegas Firman Buulolo.
Reporter : Handru-Sumatera Utara