news

Demokrat Ajak Gabung PBB ke Machfud Arifin, Surin : Gampang...

Selasa, 10 Maret 2020 | 22:27 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Gelaran deklarasi Jogo Suroboyo yang di fasilitasi oleh Polrestabes surabaya, Selasa 10 Maret 2020, selain bertujuan menjaga komitmen menjaga surabaya aman menjelang pilwali surabaya 2020 juga menjadi ajang sapa para petinggi petinggi partai yang ada di surabaya. Menariknya, gelaran ini juga menjadi ajang Loby-loby untuk kepentingan Pilwali Surabaya 2020 September nanti.


Meski dalam Pileg kemarin tidak mendapatkan kursi di Surabaya, Partai Bulan Bintang (PBB) menjadi perhatian baik partai yang duduk di parlement maupun di luar parlemen.


Terbukti, Machmud anggota dewan dan satu pentolan partai demokrat surabaya menyampaikan perihal keinginannya mengajak PBB turut serta merapat ke kubu salah satu Calon yang telah diusung oleh Partai Demokrat Surabaya. Dan hal ini langsung disampaikan kepada ketua DPC PBB kota surabaya, Samsurin Welangon. (10/3)


" Mereka mengajak supaya PBB, menunjukkan sikap dukungan arah politiknya menjelang pilwali kota surabaya," ujar Surin Panggilan ketua DPC PBB kota surabaya kepada NAWACITAPOST usai acara.


Surin menjelaskan, beberapa minggu ini PBB memang terlihat vokal mengawasi jalannya proses tahapan pilkada di kota surabaya. Baik memberikan masukan kepada KPUD serta Bawaslu kota surabaya agar tidak kecolongan menempatkan petugas yang bekerja di PPK, PPS, KPPS dari orang-orang partai.


Bukan hanya untuk penyelenggara pemilu, Surin juga terkadang menyikapi kebijakan walikota surabaya yang akhir-akhir ini kelihatan kebingungan menjelang akhir masa jabatannya.


Menurut Samsurin, Risma walikota surabaya ini masih belum bisa menaikkan elektabilitas anak emasnya, si Ery Cahyadi agar sepoluler mahmud arifin.


"Lihat aja spanduk-spanduk Risma bertebaran dengan foto anak emasnya tersebut. Kan harusnya risma ini menjaga iklim politik yang sehat dan bukan malah ikut-ikutan curi start berkampanye lewat spanduk dimana mana," tanyanya.


Selaras dengan Deklarasi Jogo Suroboyo, Surin berpesan agar semua elemen dapat menjaga perasaan orang suroboya agar tidak mudah terbelah terutama untuk pejabat termasuk Risma sebagai Walikota Surabaya.


" Perkara dukungan itu gampang," ujar Surin saat ditanya arah politik PBB Surabaya.


Lanjutnya, meskipun suara PBB disurabaya ini hanya 2% , tentu bisa menjadi mungkin jadi penentu kemenangan pasangan calon. " Ingat pilwali 2010, pasangan Risma-Bambang VS Adies Kadir-Arief Afandi itu selisihnya cuma 2.5 % lho."


Menurut samsurin pilwali 2020 tidak ubahnya seperti pilwali 2010, yaitu Pilwali Troumatik atau Partai besar kehabisan stok kader dan partai-partai kecil percaya diri menuju pasar bebas.


"Jadi PBB akan menposisikan diri sebagai partai yang saat ini membuka komunikasi selebar lebarnya bagi siapa saya yang mau mengalang kekuatan. Prinsipnya yaitu satu, calon walikota surabaya kedepan wajib memenuhi janji yang di kampayekannya. Ojo bujukan !" tegasnya.


"Jangan kayak risma lah, banyak bohongnya. Coba tanyakan pemilih surat ijo, gimana nasibnya setelah Risma janji akan melepas surat ijo menjadi SHM, pada pilwali surabaya 2010 yang lalu," lanjut Surin seraya tersenyum kecut.




Diceritakan, Risma sewaktu menemui pendemo Masyarakat penghuni lahan surata ijo dan berdiri di atas mobil Polisi, saat itu Risma menyatakan " Sudah masalah Tanah Surat Ijo Percayakan dan serahkan ke saya, Insya'Allah selama saya menjabat Wali Kota akan saya lepas ", kemudian Massa menjawab dengan meng-Aamiinkan ( Aamiin semoga Malaikat mencatat apa yg di ucapkan Bu Risma saat itu. HAPUS TANAH SURAT IJO !!!! Yeeesss !!!

Jadi, menurut Surin, kalau ada calon yang minta dukungan PBB harus mengukur kemampuannya, yaitu mampu melaksanakan janji yang di ucapkan.

Halaman:

Tags

Terkini